Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menyatakan pembentukan Danantara merupakan langkah strategis untuk mengonsolidasikan dan mengelola seluruh aset milik bangsa secara lebih terintegrasi.
Menurutnya, Danantara dibentuk untuk mengelola kekayaan negara sekaligus menjadi instrumen penguatan ekonomi nasional di masa depan.
"Danantara adalah sesuatu konsolidasi dari semua aset yang dimiliki bangsa dan negara kita. Artinya, Danantara diberi tugas dan kepercayaan yang cukup berat yaitu mengelola dan me-manage kekayaan bangsa," kata Presiden Prabowo saat menghadiri 1 Tahun Danantara, Rabu, 11 Maret 2026.
Kepala negara bersyukur lantaran Indonesia memiliki Danantara yang bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund (SWF) lain di dunia.
"Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign wealth fund mungkin keenam, ketujuh terbesar di dunia, ya. Kita juga bersyukur bahwa manajemen satu tahun ini sudah membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik, dengan pengelolaan yang baik, terutama dengan will yang benar, ya, dengan political will, dengan jiwa yang bener, hasil sudah kelihatan," ucapnya.
Prabowo menambahkan kinerja Danantara dalam satu tahun terakhir menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA) lembaga tersebut meningkat signifikan.
"Saya dapat laporan, saya cukup gembira. Return on asset satu tahun 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen," ungkapnya.
Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan aset negara akan lebih efektif jika dilakukan secara terintegrasi dalam satu sistem manajemen.
"Ini cukup baik dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini. Bahwa tidak mungkin suatu management yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manejemen," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





