FAJAR, MAKASSAR — Usai resmi dilantik sebagai Ketua DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan, Fadel Muhammad Tauphan Anshar mengajak rivalnya pada Musda lalu, Vonny Ameliani, untuk melakukan rekonsiliasi demi memperkuat soliditas pemuda di daerah ini.
Fadel menegaskan, dirinya bersama jajaran pengurus siap merangkul semua pihak, termasuk Vonny, untuk bersama-sama membangun gerakan kepemudaan di Sulawesi Selatan.
“Harus (dirangkul) ya. Kan ada pepatah yang mengatakan bertanding untuk bersanding. Maka tentu kami siap merangkul Kak Vonny,” ujarnya.
Menurut Fadel, Vonny merupakan sosok perempuan yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam dunia organisasi. Karena itu, ia menilai kehadiran Vonny tetap penting dalam upaya memperkuat peran pemuda di Sulsel.
Ia juga menegaskan bahwa hubungan personalnya dengan Vonny tetap berjalan baik meskipun sempat bersaing dalam kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sulsel.
“Kakak Vonny adalah kawan saya, kawan di fraksi Gerindra. Setiap kali ketemu kami tetap berinteraksi dan berkomunikasi. Tidak ada pertikaian di antara kita,” tegasnya.
Fadel juga menyampaikan rasa syukur atas pelantikan yang berlangsung di bulan suci Ramadan. Ia menyebut keberadaan 480 pengurus menjadi kekuatan besar untuk menjalankan berbagai program organisasi ke depan.
“Alhamdulillah suatu kehormatan bagi kami dilantik langsung oleh Ketua Umum bersama jajaran DPP KNPI. Kami tegaskan bahwa 480 pengurus ini harus benar-benar bekerja, bukan setelah dilantik lalu hilang satu per satu,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Panjaitan menegaskan bahwa tidak ada kepengurusan lain di tubuh KNPI Sulawesi Selatan selain yang dipimpin oleh Fadel Muhammad Tauphan Anshar.
Sebelumnya memang sempat terjadi dualisme dalam tubuh KNPI Sulsel. Fadel dan Vonny Ameliani sama-sama mengklaim terpilih sebagai Ketua KNPI Sulsel.
Vonny mendeklarasikan diri sebagai ketua terpilih pada 10 Desember 2025 lalu. Namun pada 28 Desember 2025, DPP KNPI secara resmi menetapkan Fadel Tauphan Anshar sebagai Ketua DPD KNPI Sulsel periode 2026–2029.
Ryano menilai dinamika dalam proses pemilihan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun secara konstitusional, keputusan DPP KNPI telah menetapkan Fadel sebagai ketua yang sah.
“Akan tetapi kami DPP sudah memutuskan secara konstitusional bahwasanya Bung Fadel-lah yang terpilih menjadi Ketua DPD Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa KNPI sebagai organisasi kepemudaan tetap satu secara kelembagaan. Karena itu, kepemimpinan KNPI Sulawesi Selatan berada di bawah komando Fadel.
“KNPI hanya satu dan Ketua Sulselnya Bung Fadel,” pungkasnya. (wid)





