Ciputra Life Ungkap Jurus untuk Dongkrak Pendapatan Premi pada 2026

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life akan fokus mengembangkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis, baik yang baru maupun existing, inovasi produk, dan terus meningkatkan layanan terutama after sales service kepada nasabah untuk mendongkrak perolehan premi pada tahun ini.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyampaikan fokus tersebut dilakukan untuk menjaga dan mendongkrak pendapatan premi perusahaan. Dia menyebut, saat ini Ciputra Life sudah bekerjasama dengan lebih dari 20 bank, multifinance, dan institusi keuangan lainnya di Indonesia.

“Terutama untuk memasarkan produk asuransi jiwa kredit yang memberikan perlindungan kepada nasabah yang mengambil kredit pemilikan rumah maupun nasabah kredit pemilikan kendaraan bermotor,” ucapnya kepada Bisnis, Rabu (11/3/2026).

Selain itu, pada pertengahan 2024 Ciputra Life juga memperluas segmen baru dengan meluncurkan produk asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi kecelakaan yang ditujukan ke karyawan nasabah korporasi. Hengky berharap bahwa corporate solution ini bisa menjadi salah satu kontributor utama pada 2026.

“Kami juga senantiasa mengembangkan produk baru sesuai dengan kebutuhan nasabah dan meningkatkan layanan kepada nasabah, terutama melalui inisiatif digitalisasi sehingga nasabah dapat dengan mudah menjangkau kami dimanapun dan kapanpun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hengky menuturkan kinerja kanal bancassurance dan direct marketing yang menyediakan asuransi jiwa kredit dan asuransi kesehatan korporasi memberikan performa positif dalam mendukung perolehan premi pada awal 2026.

Baca Juga

  • Ciputra Life Bidik Aset Tumbuh Double Digit di 2026, Ini Strateginya
  • Ciputra Life Ungkap 4 Faktor Asuransi Kesehatan Bisa Moncer pada 2026

Baginya, dominasi kanal itu merefleksikan tingginya kepercayaan mitra korporasi dan institusi keuangan terhadap kapabilitas perusahaan dalam menyediakan solusi perlindungan yang relevan dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, ke depannya perusahaan akan terus memperkuat sinergi dengan para mitra distribusi, sekaligus mengembangkan kanal-kanal alternatif.

“Termasuk digital untuk menciptakan struktur distribusi yang lebih terdiversifikasi dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan pasar,” sebutnya.

Hengky melanjutkan, pada Januari 2026 Ciputra Life mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp60,13 miliar, tumbuh 58,52% (year on year/YoY) dari Rp37,93 miliar. Sementara itu, klaim yang dibayarkan perusahaan mencapai Rp15 miliar, meningkat 74,46% YoY.

“Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan nyata kepada pemegang polis sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa lini asuransi kesehatan kumpulan (group health) tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap total pendapatan premi perusahaan.

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan semakin meningkatnya kebutuhan korporasi dalam menyediakan perlindungan kesehatan yang komprehensif bagi karyawan, sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat pada segmen Corporate Solution.

Di sisi lain, imbuhnya, asuransi jiwa kredit tetap diposisikan sebagai salah satu fondasi utama portofolio perusahaan. Sebab itu, produk ini akan terus dikembangkan melalui penguatan kerja sama dengan mitra bisnis.

“Dengan kombinasi portofolio tersebut yakni segmen Corporate Solution terus berkembang dan Asuransi Jiwa Kredit tetap menjadi basis bisnis yang solid, kami optimis struktur pertumbuhan premi perusahaan akan semakin berimbang dan berkelanjutan sepanjang 2026,” tegasnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai premi industri asuransi jiwa pada Januari 2026 turun sebesar 6,15% YoY menjadi Rp17,97 triliun. Ciputra Life menilai kontraksi ini adalah dampak dari ketidakpastian ekonomi.

Hengky berujar saat ini sebagian masyarakat cenderung memprioritaskan likuiditas untuk kebutuhan esensial jangka pendek, sehingga menahan pengeluaran bernilai besar. 

“Meski demikian, kami meyakini kondisi ini bersifat sementara dan prospek permintaan terhadap produk terkait proteksi jangka panjang akan kembali menguat seiring membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan finansial,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
GILA! Israel Beli 5.000 Bom Pintar dari Boeing, Buat Hancurkan Iran?
• 12 jam lalusuara.com
thumb
143 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Jateng Jadi Tujuan Utama
• 7 jam lalusuara.com
thumb
22 WNI yang Dievakuasi dari Iran Tiba dengan Selamat di Indonesia
• 17 jam lalukompas.com
thumb
DPR Tunjuk Frederica Widyasari jadi Calon Ketua Dewan Komisoner OJK
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Realisasi THR 2026: Rp11,54 Triliun Mengalir ke Pensiunan, ASN Pusat Capai Rp11,16 Triliun
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.