Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menegaskan kembali peranannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi RI yang ditargetkan menyentuh 8%.
CEO Danantara Rosan P. Roeslani mengklaim sovereign wealth fund (SWF) tersebut memiliki makna besar bagi perekonomian nasional dalam 1 tahun pertama setelah dibentuk Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2026. Meski waktu 1 tahun terbilang singkat, periode tersebut dinilai sebagai fase penting dalam membangun fondasi lembaga yang diharapkan menjadi bagian dari ekonomi Indonesia.
“Kami di Danantara juga melihat ada arti yang lebih besar dari itu. Bagaimana penciptaan pertumbuhan 8% tetapi di saat bersamaan kita juga melakukan pemerataan,” ujarnya dalam Tasyukuran 1 tahun Danantara, Rabu (11/8/2026).
Pihak Danantara menyebut kepercayaan yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo menjadi mandat besar untuk membangun institusi yang tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga bagi generasi mendatang.
Di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan geoekonomi global, kehadiran Danantara dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian dunia.
Selama ini, tanpa kekuatan ekonomi yang terintegrasi, Indonesia dinilai lebih sering menjadi pihak yang pasif dan hanya menerima dampak dinamika global. Dengan adanya Danantara, kata Rosan, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam perekonomian global.
Melalui pengelolaan investasi strategis, Danantara juga diharapkan mampu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan ekonomi yang besar serta terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak internasional.
Dalam menjalankan perannya, Rosan menegaskan bahwa Danantara menjalankan fungsinya sesuai dengan arah kebijakan ekonomi yang berpijak pada Pasal 33 UUD 1945. Konstitusi negara menekankan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Menurut manajemen, penggunaan kata “disusun” dalam pasal tersebut memiliki makna penting, yakni menegaskan bahwa negara tetap memiliki peran dalam mengarahkan perekonomian nasional.
Artinya, mekanisme pasar tetap dihormati, tetapi pemerintah tetap hadir untuk melakukan intervensi jika arah ekonomi dinilai tidak sejalan dengan tujuan nasional.
Sebagai lembaga strategis, Danantara menegaskan komitmennya untuk menjalankan mandat dengan tata kelola yang baik, mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta integritas tinggi.
Manajemen menekankan bahwa keberadaan Danantara tidak boleh hanya sekadar konsep di tingkat kebijakan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Danantara tidak boleh hanya dipersepsikan, tetapi harus dirasakan kehadirannya oleh seluruh rakyat Indonesia,” tekannya.




