JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendesak pemerintah merevisi tarif batas atas harga tiket pesawat maskapai BUMN pada mudik Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Lasarus dalam rapat kerja dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, sebagaimana dilaporkan Jurnalis Kompas TV, Thifal Solesa, Rabu (11/3/2026).
“Pak menteri kami minta BUMN memberi contoh Pak, memberi contoh untuk bisa tiket murah gitu loh,” kata Lasarus.
“Karena kan badan usaha milik negara tidak semata-mata mencari untung, tapi ada aspek pelayanan karena ada hak publik di sana.”
Baca Juga: Tangkap Pelaku Perampokan, Polisi Sita Linggis yang Digunakan untuk Lukai Korban
Lasarus lebih lanjut menekankan kepada Menhub Dudy bahwa maskapai BUMN telah mendapat penyertaan modal yang disetujui DPR. Atas dasar itu, Lasarus berharap harga tiket pesawat bisa lebih terjangkau untuk masyarakat.
“Ini ada penyertaan modal negara, itu duit rakyat Pak, duit rakyat yang harusnya rakyat bisa menikmati dengan naik pesawat tiket murah ya,” ujar Lasarus.
“Kalau swasta murni sudahlah tidak ada APBN di sana, mereka berkompetisi dengan kekuatan sendiri kalau badan usaha milik negara berkompetisi pakai duit APBN Pak penyertaan modal negara.”
Dalam raker, Lasarus kemudian menyoroti tentang fakta tiket pesawat maskapai swasta yang justru jauh lebih terjangkau ketimbang BUMN.
“Yang seringkali jual tiket agak murah malahan swasta murni Pak. BUMN kita, Citilink itu kan BUMN anak perusahaannya Garuda kan, Garuda sendiri coba lihat perbandingan harganya. Jadi unsur pelayanannya kurang. Jadi, saya rasa juga kepada Garuda kami minta mengingatkan ya Pak, penyertaan modal itu selalu persetujuan DPR,” ujar Lasarus.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- komisi V dpr
- menhub dudy purwagandhi
- tarif batas atas pesawat
- tiket pesawat
- garuda
- lasarus





