JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kenaikan inflasi Indonesia pada Februari 2026 yang mencapai 4,76 persen secara tahunan, tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang mengalami overheating.
Ia mengatakan angka inflasi tersebut lebih dipengaruhi faktor teknis berupa efek basis rendah (low base effect) dari kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2025.
Tanpa pengaruh kebijakan tersebut, menurut dia, inflasi sebenarnya berada pada level yang lebih rendah.
"Kenaikan inflasi Februari 2026 mencapai 4,76 persen year on year. Ini terutama bersifat temporer naiknya akibat low base effect diskon listrik pada awal tahun 2025,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Harga Telur Ayam Mulai Turun, Telur Puyuh Melonjak
“Tanpa pengaruh diskon listrik, inflasi Februari diperkirakan hanya 2,59 persen,” tambahnya.
Menurut Purbaya, angka tersebut menunjukkan kondisi inflasi Indonesia masih berada dalam kisaran yang sehat dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap perekonomian.
“Kenapa angka inflasi ini penting? Karena orang di luar sering melihat yang angka 4,76 persen tadi dan mereka mulai menunjuk bahwa ekonomi Indonesia kepanasan, harus diperlambat padahal kita baru mulai tumbuh lebih cepat," ujarnya, dipantau dari Breaking News Kompas TV.
Padahal, kata dia, jika melihat indikator yang lebih mencerminkan kondisi sebenarnya, inflasi masih berada di bawah target yang ditetapkan pemerintah.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- menteri keuangan
- purbaya yudhi sadewa
- diskon tarif listrik
- ekonomi indonesia
- inflasi februari 2026
- ekonomi overheating





