FAJAR, MAKASSAR — Dalam sepak bola, ada pemain yang selalu hidup di bawah sorotan. Tetapi ada pula mereka yang bekerja dalam senyap, menunggu momen tepat untuk menunjukkan diri.
Rizky Eka Pratama termasuk dalam kelompok kedua itu.
Winger PSM Makassar bernomor punggung 24 tersebut mungkin tidak selalu menjadi headline besar seperti sejumlah bintang liga lainnya. Namun dalam beberapa momen penting musim ini, namanya kembali muncul sebagai pembeda.
Golnya ke gawang PSBS Biak pada menit ke-43 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, menjadi salah satu contohnya. Bukan hanya karena itu gol pembuka pertandingan, tetapi juga karena momen tersebut memutus puasa kemenangan PSM Makassar yang sudah berlangsung tujuh laga.
Gol itu terasa seperti pelepasan panjang bagi tim yang sedang berjuang keluar dari tekanan.
Dari Lapangan Futsal ke Stadion Besar
Perjalanan Rizky Eka menuju panggung sepak bola profesional tidak lahir dari jalur yang gemerlap.
Sebelum dikenal sebagai winger lincah di sisi kiri PSM, ia lebih dulu tumbuh dari dunia futsal. Ia adalah salah satu alumni FAJAR–Keker Futsal League (FAJAR-KFL) 2017, kompetisi yang menjadi ruang lahirnya banyak talenta muda Sulawesi Selatan.
Dari lapangan futsal yang sempit dan penuh tekanan, Rizky belajar banyak hal: kontrol bola yang rapat, keberanian duel satu lawan satu, serta kemampuan mengambil keputusan cepat di ruang terbatas.
Kualitas itulah yang kemudian menjadi ciri khas permainannya di sepak bola lapangan besar.
Namanya mulai mencuat pada musim 2019 ketika ia disebut sebagai salah satu wonderkid PSM. Gaya bermainnya yang eksplosif di sisi sayap bahkan sempat membuat sebagian pengamat membandingkannya dengan Febri Hariyadi di Persib Bandung.
Namun perjalanan karier sepak bola jarang berjalan lurus.
Persaingan di posisi sayap PSM tidak pernah mudah. Ada Yakob Sayuri dan Yance Sayuri yang lebih dulu mapan. Sorotan publik juga sempat datang ketika performanya naik turun.
Tetapi Rizky tidak menghilang. Ia bertahan.
Gol yang Datang di Waktu Tepat
Musim ini, tekanan terhadap PSM semakin terasa. Tim berjuluk Juku Eja itu sempat terjebak dalam periode buruk dengan tujuh pertandingan tanpa kemenangan.
Dalam situasi seperti itu, setiap gol memiliki makna yang lebih besar dari sekadar angka.
Gol Rizky Eka ke gawang PSBS menjadi pemantik perubahan momentum.
“Syukur alhamdulillah atas hasil yang diberikan Tuhan kepada kami. Ini hasil yang lama kita inginkan. Terima kasih kepada teman-teman yang telah berjuang sehingga kita dapat hasil positif,” ujar Rizky usai laga.
Ia juga mengakui bahwa kepercayaan pelatih menjadi faktor penting dalam kebangkitannya.
“Dengan motivasi diri sendiri untuk tampil lebih baik dan kepercayaan pelatih, saya bisa bermain baik hari ini. Tentunya berkat dukungan teman-teman juga kepada saya,” tambahnya.
Gol tersebut lahir dari skema serangan yang rapi—sebuah proses yang menunjukkan bahwa kontribusinya bukan kebetulan.
Memberi Dimensi Baru pada Serangan PSM
Selama beberapa musim terakhir, PSM kerap bergantung pada striker asing untuk urusan mencetak gol. Ketika kontribusi datang dari sektor sayap seperti yang dilakukan Rizky Eka, struktur serangan tim menjadi lebih variatif.
Lawan tidak lagi bisa memusatkan penjagaan pada satu pemain di lini depan.
Gol itu juga memberi dorongan psikologis besar bagi tim. Tidak lama setelah babak kedua dimulai, Gledson Paixao berhasil menggandakan keunggulan PSM.
Meski pelatih Tomas Trucha mengakui timnya belum tampil sempurna.
“Kami memulai pertandingan dengan tidak baik. Seharusnya sejak awal kami bermain lebih agresif. Kami butuh waktu untuk menemukan ritme,” ujarnya.
Namun kemenangan itu tetap menjadi fondasi penting bagi moral tim.
Pernah Membuat Jordi Amat Bekerja Keras
Kontribusi Rizky Eka juga terlihat dalam laga besar melawan Persija Jakarta.
Pada pertandingan dengan tensi tinggi itu, winger muda PSM tersebut beberapa kali membuat lini belakang Persija bekerja ekstra keras. Bahkan bek tim nasional Indonesia, Jordi Amat, harus keluar dari zona nyamannya untuk mengantisipasi pergerakan Rizky di sisi kiri.
Salah satu momen penting datang ketika Rizky melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola yang gagal diamankan sempurna oleh Andritany Ardhiyasa kemudian disambar Sheriddin Boboev menjadi gol penyama kedudukan bagi PSM.
Meski Boboev yang tercatat sebagai pencetak gol, peran Rizky dalam proses tersebut sangat menentukan.
Layak Dilirik Timnas?
Dalam beberapa pekan terakhir, perdebatan publik sepak bola Indonesia juga muncul mengenai pemain-pemain yang layak mendapat panggilan Timnas Indonesia.
Salah satu contoh yang ramai dibicarakan adalah kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, yang tampil impresif tetapi belum masuk skuad.
Kasus serupa bisa saja berlaku pada Rizky Eka.
Ia bukan pemain dengan sorotan terbesar di liga. Namun konsistensi, keberanian duel satu lawan satu, serta kemampuannya membuka ruang menjadikannya salah satu winger lokal yang menarik untuk diamati.
Di tengah kebutuhan Timnas akan pemain sayap yang agresif dan berani menyerang, profil seperti Rizky Eka bisa menjadi opsi yang tidak boleh diabaikan.
Namun dalam sepak bola, kesempatan sering datang pada saat yang tak terduga.
Dan bagi Rizky Eka Pratama, perjalanan dari lapangan futsal hingga membuat bek-bek tim besar bekerja keras sudah menjadi bukti bahwa ia selalu menemukan cara untuk tetap relevan.
Kadang, pintu Timnas tidak diketuk oleh nama paling besar.
Tetapi oleh pemain yang tahu kapan harus muncul di momen yang paling menentukan.





