PRESIDEN Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan telepon krusial dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (10/3/2026). Dalam dialog tersebut, Putin menegaskan kembali posisi berprinsip Rusia yang mendukung deeskalasi cepat terhadap konflik di Timur Tengah serta penyelesaian krisis melalui jalur politik dan diplomatik.
Keterangan resmi dari Kremlin menyebutkan bahwa kedua kepala negara melanjutkan pembahasan mendalam mengenai situasi keamanan regional, khususnya dampak dari eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap kedaulatan Iran.
Dukungan Kemanusiaan Rusia untuk Iran"Presiden Rusia menegaskan kembali posisinya untuk mendukung deeskalasi cepat konflik dan penyelesaiannya melalui cara-cara politik. Masoud Pezeshkian berterima kasih kepada Rusia atas dukungannya, terutama atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada Iran," bunyi pernyataan resmi Kremlin yang dikutip dari Anadolu.
Baca juga : Iran Kecam Israel Duduki Pos Tentara Suriah di Gunung Hermon
Percakapan ini merupakan komunikasi diplomatik kedua antara Putin dan Pezeshkian dalam kurun waktu satu pekan terakhir, menunjukkan urgensi koordinasi antara Moskow dan Teheran di tengah ancaman perang terbuka di kawasan Teluk.
Teheran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan gelombang drone dan rudal yang menargetkan instalasi militer di Israel serta pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di negara-negara Teluk. Aksi balasan ini telah memicu gangguan signifikan pada rantai pasok energi dan stabilitas pasar global.
Di sisi lain, Putin juga berupaya menjalin komunikasi dengan Washington. Pada Senin (9/3/2026), Putin telah berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam pembicaraan tersebut, Putin menyerukan penyelesaian politik dan diplomatik yang cepat untuk mengakhiri konflik di Iran serta membahas perkembangan situasi di Ukraina.
Langkah maraton diplomasi yang dilakukan Putin ini dipandang oleh para analis sebagai upaya Rusia untuk memposisikan diri sebagai mediator kunci guna mencegah pecahnya perang skala besar yang dapat melumpuhkan ekonomi dunia. (Ant/Anadolu/I-2)





