Usung Kirei Lifestyle, Ini Strategi Kao Indonesia Perkuat Ekosistem Pengelolaan Sampah

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kao Indonesia menegaskan komitmen keberlanjutannya melalui filosofi Kirei Lifestyle, untuk aktif dalam isu pengelolaan sampah di Indonesia. Dimana hal itu kini bukan lagi sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan juga sebagai aksi kolektif sistemik.

Dalam pernyataannya resminya, Manajemen Kao Indonesia menjelaskan bahwa langkah ini diambil di tengah pergeseran pola konsumsi masyarakat. 

Baca Juga :
Kasus Longsor Maut Bantargebang Diusut, Menteri LH Sebut Bakal Ada Tersangka Pekan Depan
Usai Longsor Maut di Bantargebang, Menteri LH Minta Praktik Open Dumping Segera Dihentikan

Berdasarkan riset NielsenIQ (NIQ) 2025, sebanyak 69 persen konsumen di Indonesia kini lebih memprioritaskan aspek kesejahteraan emosional, mental, dan transparansi informasi produk dibandingkan lima tahun lalu.

Pengelolaan Sampah
Photo :
  • ist

Filosofi Kirei itukah yang menjadi fondasi bagi Kao Indonesia, dalam menjalankan tanggung jawab Environmental, Social, and Governance (ESG). 

"Kirei bukan sekadar konsep estetika, melainkan komitmen menciptakan kehidupan yang harmonis antara manusia dan lingkungan, baik untuk saat ini maupun masa depan," kata Manajemen Kao Indonesia dalam keterangannya, Rabu, 11 Maret 2026.

Menajemen menjelaskan bahwa upaya ini sejalan dengan Peraturan Menteri LHK No. 75 Tahun 2019, yang menargetkan pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30 persen pada 2029. Kao Indonesia memandang konsumen bukan sekadar pengguna, melainkan mitra aktif dalam rantai ekonomi sirkular.

Salah satu terobosan nyata yang diluncurkan adalah kolaborasi digital waste take-back (pengambilan kembali sampah kemasan) melalui kemitraan dengan Rekosistem, penyedia layanan clean & climate-tech.

Melalui aplikasi Rekosistem, masyarakat kini dapat memilah kemasan habis pakai dari produk-produk Kao. Menyetorkan sampah tersebut ke Waste Station terdekat.

"Juga ikut memantau proses pelacakan dan pelaporan sampah secara transparan melalui brand catalogue," ujarnya.

Peluncuran digital waste take-back diresmikan bersamaan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari 2026 lalu. Platform Rekosistem mengintegrasikan layanan pengumpulan kemasan produk dari konsumen dengan sistem pelacakan dan pelaporan yang transparan. 

Program digital waste take-back ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam berkontribusi memenuhi kewajiban regulasi sekaligus mengajak konsumen untuk bersama-sama mengolah kemasan habis pakai melalui ekosistem teknologi rantai pasok yang terintegrasi. 

"Program ini dirancang untuk memudahkan konsumen berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan teknologi rantai pasok," ujar Manajemen Kao Indonesia.

Baca Juga :
SMI Buka Opsi Gandeng Danantara Garap Proyek Waste to Energy
Tragedi Longsor Sampah Bantargebang: 7 Orang Tewas, Operasi SAR Resmi Dihentikan
Korban Tewas Longsor Gunungan Sampah Bantargebang Bertambah, 6 Orang Meninggal dan 1 Masih Dicari

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Alasan Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Yaqut
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Probowo Tegaskan Indonesia Tidak Akan Mencampuri Urusan Negara Manapun
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Usai Segel Toko Emas, Bea Cukai Bidik Gerai Jam Tangan Mewah Ilegal
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
TVRI Kepri Bersama Pemprov Gelar Gerakan Pangan Murah di Bintan
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Purbaya Curhat Dicaci Imbas Rupiah Anjlok: Saya Dimaki-maki di TikTok
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.