Grab Respons soal Konsumen Sulit Dapat Ojol, Permintaan Layanan Disebut Melonjak

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grab Indonesia buka suara soal keluhan masyarakat yang belakangan ini sulit mendaptkan pengemudi ojel online atau ojol untuk mobilitas maupun makanan. Director of Mobility, Food, and Logistics Grab Indonesia Tyas Widyastuti mengatakan pihaknya memahami adanya keluhan dari sebagian pengguna terkait waktu tunggu layanan yang lebih lama dalam beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

“Secara umum layanan Grab tetap beroperasi seperti biasa, meskipun pada waktu dan area tertentu sebagian pengguna dapat mengalami waktu tunggu yang lebih lama dari biasanya,” kata Tyas kepada Katadata.co.id, Rabu (11/3). 

Dia menjelaskan, hal tersebut terjadi karena dalam beberapa waktu terakhir permintaan layanan mobilitas maupun pengantaran, termasuk GrabExpress, GrabFood, dan layanan lainnya mengalami peningkatan trafik yang cukup tinggi. 

Pada saat yang sama, ketersediaan mitra pengemudi juga turut dipengaruhi oleh beberapa faktor. “Ini seperti kondisi cuaca hujan ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan, serta kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi dari biasanya,” ujarnya. 

Ia memastikan saat ini tim operasional Grab tengah melakukan berbagai langkah untuk menstabilkan kembali ketersediaan mitra dan menjaga kualitas layanan. Termasuk juga melalui berbagai penyesuaian operasional untuk memastikan keseimbangan antara permintaan layanan dan ketersediaan pengemudi di lapangan, khususnya di area dengan permintaan tinggi.

Tyas mengatakan Grab akan terus memantau perkembangan situasi ini secara berkala dan melakukan penyesuaian operasional yang diperlukan agar layanan bagi pengguna, merchant, maupun mitra dapat kembali berjalan lebih optimal. Khususnya menjelang periode Ramadan dan Idulfitri yang selalu mengalami peningkatan permintaan. 

“Kami terus berkomitmen memastikan semua layanan kami dapat digunakan secara optimal oleh pengguna dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan bagi para mitra pengemudi, merchant, serta bagi pengguna, terutama di momen jelang Idulfitri,” kata Tyas. 

Belakangan ini, warganet mulai ramai mengeluhkan sulitnya mendapatkan pengemudi ojol. "Jakarta sedang krisis ojol kah? Atau saya saja yang sial? Sudah beberapa minggu ini, saya memesan Gofood dan Shopee instan, tetapi susah sekali mendapatkan driver ," tulis akun @trynnaheal melalui akun media sosial Thread pada Sabtu (7/3).

Unggahan itu disukai oleh 1.500 orang dan mendapat komentar dari 454 akun. 

Dari keluhan itu, banyak warganet lain yang menceritakan pengalaman serupa. "Saya setiap pulang kerja dari Sudirman ke Setiabudi, bisa menunggu 30 menit untuk mendapatkan ojol. Padahal bukan pesan (layanan) Hemat. Tidak tahu kenapa?" kata akun @allaboutmxnx.

Sementara itu, akun Thread @hmmiykwim bercerita sulit mendapatkan driver ojol untuk pemesanan instan. Lalu, akun @ameliamonica08 kesulitan mendapatkan pengemudi ojol yang mau mengambil pesanan makanan.

"Seminggu ini, Grabfood, Shopefood, Gofood tidak ada ojol yang mau pickup. Jam pulang kantor juga sulit mendapatkan driver. Harus menunggu jam 19 malam dulu baru bisa dapat," tulis @ameliamonica08.

Akun @danysaurus1977 yang mengatakan berprofesi sebagai pengemudi ojol, menyampaikan bahwa permintaan umumnya melonjak menjelang Lebaran. Hal ini membuat driver memilih order yang lebih efisien untuk diselesaikan.

Misalnya, pengemudi ojol memilih pesanan jarak jauh dibandingkan dekat, karena jalanan cenderung macet saat Ramadan. "Kalau dapat Rp 10 ribu butuh waktu 30 menit dibandingkan Rp 60 ribu, tentu memilih yang Rp 60 ribu," katanya.

Akun @wulandari_rachmayati yang juga mengatakan bekerja sebagai pengemudi ojol, menyampaikan bahwa titik pengambilan pesanan yang cukup jauh dari lokasi, membuat driver enggan.

"Titik penjemputan jauh sekali, bisa sampai 15 menit. Sedangkan tarifnya hanya Rp 10 ribu. Oleh karena itu, kami mencari titik jemput yang jaraknya lima menit dan paling jauh 10 menit," tulisnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri: Sinergi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Korea Utara Bela Iran, Dukung Penuh Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan ASIsrael
• 15 jam lalusuara.com
thumb
KM 66 Tol Jakarta-Cikampek Titik Rawan Macet saat Mudik, Pertemuan Arus Trans Jawa dan Cipularang
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Perjanjian Dagang RIAS Digugat ke PTUN, DPR Dikritik Tak Kritis Jalankan Fungsi Pengawasan
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Puasa sebagai Momentum Pengendali Diri, Mengapa Belanja Semakin Tak Terkendali?
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.