Chairul Huda: Tak Logis Pertamina Ditekan Satu Orang untuk Sewa Terminal BBM Merak

viva.co.id
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pakar hukum pidana Chairul Huda menilai tidak logis apabila PT Pertamina (Persero) disebut tertekan oleh satu pihak hingga akhirnya memutuskan menyewa terminal bahan bakar minyak (BBM) milik PT Orbit Terminal Merak (OTM) di Merak.

Hal itu disampaikan Chairul Huda usai menyampaikan hasil sidang eksaminasi yang digelar Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim bersamaan dengan 15 pakar hukum dari berbagai universitas di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

Baca Juga :
15 Pakar Hukum soal Kasus Pertamina: Murni Hubungan Bisnis Bukan Korupsi
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penguatan Organisasi hingga ESG Jadi Fokus Transformasi Bisnis

Menurut Chairul, Pertamina merupakan korporasi besar yang memiliki sistem dalam mengambil keputusan bisnis, termasuk ketika menjalin kerja sama dengan pihak lain.

“Ya, begini ya. Ini kan hubungan hukum antar banyak institusi. Pertamina itu kan bukan orang perseorangan. Pertamina itu sebuah perusahaan besar, katakanlah gitu ya, yang punya sistem di dalam menyepakati sebuah hubungan hukum dengan pihak lain,” kata Chairul.

Ia menjelaskan bahwa Pertamina, sebagai perusahaan energi besar, memiliki jaringan bisnis yang luas tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dengan mitra internasional. Salah satu contohnya adalah kerja sama dalam pembelian minyak mentah yang menunjukkan skala operasi Pertamina di pasar global.

“Jadi bisa dibayangkan nggak bahwa korporasi besar seperti Pertamina itu kan sebenarnya mengadakan hubungan hukum itu kan bukan hanya skala nasional ya. Skala internasional juga dilakukan, misalnya beli minyak mentah kan dengan pemain bisnis dari luar negeri,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai tidak masuk akal jika keputusan korporasi sebesar Pertamina dianggap bisa dipengaruhi oleh tekanan dari satu orang.

“Jadi sebenarnya kalaupun itu ada dan itu berpengaruh, saya kira tidak logis gitu lho. Ketika Pertamina sudah memutuskan untuk menandatangani kontrak, maka nggak ada artinya itu apa yang dikatakan tekanan dan seterusnya, kalaupun itu ada ya. Itu yang pertama,” kata Chairul.

Ia menambahkan, dalam praktik bisnis, tekanan terhadap sebuah perusahaan dapat datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga mitra bisnis lain.

“Yang kedua, ya mungkin Pertamina dalam mengadakan kerja sama dengan mitra swastanya, tekanan itu ya setiap saat. Iya kan? Tekanan dari pemerintah, tekanan dari misalnya parlemen. Tekanan dari mitra bisnis yang lain. Gitu lho,” ujarnya.

Baca Juga :
Produksi Migas 2025 Tembus 1 Juta Barel Per Hari, PHE Ungkap Strategi di 2026
Imbas Perang di Timur Tengah, Bahlil Minta Masyarakat Tak Panic Buying BBM
Imbas Perang AS-Israel Iran, Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pastikan Harga & Stok Bapok Aman, Ahmad Luthfi Pantau Pasar Bareng Mendag
• 8 jam laludetik.com
thumb
Ancang-ancang Mudik Lebaran: Ratusan Ribu Personel dan Ambulans Udara Disiagakan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
SPBU Tetebassi Tana Toraja Tak Dipasok Solar 2 Pekan! Anggota DPRD Kecewa karena Oknum Petugas Tak Dijerat Hukum
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Kapolri Ajak Mahasiswa Dukung Kebijakan Pemerintah Hadapi Dampak Krisis Global
• 38 menit laludetik.com
thumb
Dorong Usaha Pariwisata Berdaya Saing, Kemenpar Perkuat Perizinan dan Sertifikasi
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.