Jakarta: Vanaya Institute bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menandatangani kerja sama program Coaching for Productivity sebagai bagian dari inisiatif One Productivity Coach per Company. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas internal perusahaan dalam mengelola dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli, serta para pejuang kompetensi dan praktisi HR dari berbagai organisasi. Acara bertema "B300 Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) dan 101 Member Indonesia HR Ecosystem" ini diselenggarakan pada 9 Maret 2026 di Kantor Pusat Bank Syariah Indonesia (BSI), Jakarta.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dan langkah kongkret dari diskusi strategis yang sebelumnya dilakukan antara GNIK, Vanaya Institute, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengenai penguatan produktivitas tenaga kerja Indonesia. Dalam diskusi tersebut disepakati peningkatan produktivitas tidak hanya berkaitan dengan peningkatan output, tetapi juga mencakup efektivitas sistem kerja, kualitas kepemimpinan, serta budaya organisasi yang mendukung kinerja berkelanjutan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan peningkatan produktivitas perlu dimulai dari perubahan cara pandang dalam memaknai manusia sebagai pusat dari proses kerja dan pembangunan ekonomi.
"Kita harus memulai dari filosofi memuliakan manusia. Karena itu, produktivitas perlu dimaknai sebagai cara pandang, cara kerja, alat kerja, dan budaya kerja," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca Juga :
UIA Jalin Kerja Sama Lintas Negara Demi Dukung Program Magang InternasionalPeningkatan produktivitas butuh kolaborasi lintas sektor
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum GNIK Yunus Triyonggo menyampaikan penguatan produktivitas nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
"Upaya peningkatan produktivitas membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas profesional. Mengingat produktivitas Indonesia saat ini masih berada di bawah 10 persen dari rata-rata negara Asia Tenggara dan bahkan tertinggal sekitar 50 tahun dari Jepang, inisiatif One Company One Productivity Coach menjadi langkah penting untuk mendorong perusahaan membangun kapasitas internal serta meningkatkan daya saing," jelas Yunus.
Untuk mendukung akselerasi Gerakan Produktivitas Nasional yang dicanangkan oleh Kemnaker RI, program Coaching for Productivity ini akan digelar setidaknya di 10 kota di Indonesia untuk menghasilkan jajaran Productivity Coach yang terkualifikasi secara profesional di berbagai perusahaan.
CEO Vanaya Institute, Lyra Puspa menekankan pentingnya pendekatan coaching dapat membantu organisasi membangun budaya kerja produktif yang berkelanjutan.
"Jika perbaikan process, product, dan policy adalah upaya peningkatan produktivitas yang bersifat outside-in, maka productivity coaching melengkapi upaya tersebut secara inside-out. Riset Vanaya NeuroLab menunjukkan coaching mampu meningkatkan kapasitas otak manusia, sehingga para manajer dan timnya memiliki pola pikir yang lebih inovatif, memiliki growth mindset dan etos kerja tinggi, membentuk pola kerja yang lebih efektif, efisien, dan produktif," ujar dia.
Kolaborasi lintas sektor ini digagas untuk membangun ekosistem produktivitas nasional yang lebih kuat. Dengan demikian, diharapkan inisiatif ini sekaligus mendorong peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.



