DEBAT! Beda Pendapat Feri Amsari dan Qodari soal Siaga 1 TNI hingga Impor Beras | SATU MEJA

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi I DPR RI  Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin menyatakan status siaga pada dasarnya merupakan mekanisme internal militer yang digunakan untuk kesiapan pasukan.

Menurutnya, langkah tersebut tidak selalu perlu diumumkan secara terbuka karena berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

Hasanuddin juga menilai muncul berbagai spekulasi publik mengenai alasan di balik status siaga tersebut, mulai dari isu keamanan global hingga dinamika politik domestik.

Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai persoalan utama yang dihadapi pemerintah saat ini adalah kepercayaan publik terhadap data dan kebijakan pemerintah.

Menurutnya, ketika pemerintah menyampaikan klaim swasembada beras, namun di saat yang sama masih terjadi impor beras dalam jumlah besar, hal tersebut memunculkan pertanyaan di masyarakat.

Ia mencontohkan data impor beras yang disebut mencapai sekitar 5,4 juta ton pada 2024 hingga 2025, sementara pada awal 2026 disebut tidak lagi memerlukan impor.

Menurut Feri, perubahan drastis ini perlu dijelaskan secara transparan kepada publik, terutama karena tidak terlihat adanya lonjakan produksi padi atau perluasan lahan sawah yang signifikan.

Feri juga mempertanyakan mengapa harga beras di pasar masih tinggi, meskipun pemerintah menyebut kondisi produksi beras nasional membaik.

Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari membantah tudingan bahwa pemerintah melakukan kamuflase data.

Menurutnya, peningkatan produksi beras tidak hanya ditentukan oleh luas lahan sawah, tetapi juga oleh luasan panen serta peningkatan produktivitas pertanian.

Qodari menjelaskan produksi pangan nasional meningkat dari sekitar 10 juta ton pada 2024 menjadi lebih dari 10,3 juta ton pada 2025.

Peningkatan ini, kata Qodari, dipengaruhi berbagai faktor, seperti perbaikan sistem pengairan, distribusi pupuk yang lebih baik, serta penyederhanaan birokrasi bagi petani.

 

Bagaimana menurut Anda? 

#iran #israel #USA 

 

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

 

Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini

Sumber : Kompas TV

Tag
  • panglima tni
  • siaga 1
  • perang
  • iran
  • indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Libur Lebaran, Pemain Asing PSM Pulang Kampung
• 8 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Prancis Apresiasi Capaian Ketahanan Pangan Indonesia, Siap Perkuat Kerja Sama Pertanian
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Hipmi Sebut Perang di Iran Bikin Ekonomi Tak Menentu, Bahan Baku Impor Terganggu
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
InJourney Airports Pastikan Kesiapan Operasi dan Layanan Sambut Pemudik
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Atletico Madrid vs Tottenham : Griezmann Tepis Spekulasi Pindah Klub
• 13 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.