Presiden Prabowo Subianto sempat melontarkan usulan ekstrem untuk membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sebuah pertemuan di Istana Negara baru-baru ini.
Wacana pembubaran tersebut muncul sebagai bentuk respons tegas pemerintah terhadap berbagai permasalahan kinerja yang selama ini melekat pada lembaga tersebut. Sebagai alternatif, Presiden Prabowo mengusulkan agar peran Bea Cukai digantikan oleh perusahaan inspeksi internasional, Société Générale de Surveillance (SGS).
Baca juga: Kejar Tax Ratio 11%, Purbaya Janji Guyur Bonus jika Tercapai
Purbaya mengaku bahwa pihaknya sempat mempertimbangkan secara serius usulan untuk mengganti peran Bea Cukai dengan lembaga internasional di tengah maraknya sorotan negatif publik terhadap kinerja instansi tersebut. Bahkan, awalnya ia sempat berpikiran bahwa pergantian tersebut memang perlu dilakukan.
Namun, berdasarkan evaluasi terbaru, pemerintah melihat adanya sinyal perbaikan yang signifikan di dalam internal Bea Cukai yang kemudian mendapatkan perhatian Presiden Prabowo. Temuan tersebut membuat pemerintah menilai bahwa pembubaran lembaga tidak perlu dilakukan.
Fokus pemerintah saat ini bergeser pada penguatan dan pemantauan perbaikan yang sedang berjalan di internal Bea Cukai guna memastikan performa lembaga tersebut terus meningkat.



