Prabowo Kritik Regulasi Audit Cucu Perusahaan BUMN

republika.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik terkait regulasi yang menghalangi proses audit terhadap cucu perusahaan BUMN dalam acara HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu. Menurutnya, meskipun BUMN dapat diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), cucu perusahaan BUMN justru tidak diizinkan untuk diaudit.

Di hadapan para pejabat negara dan petinggi Danantara, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa herannya terhadap satu entitas perusahaan negara yang memiliki ratusan anak dan cucu perusahaan. "Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan, dan aneh lagi, ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi, kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?" ujarnya.

Presiden Prabowo menganggap konsolidasi BUMN melalui Danantara adalah langkah yang tepat untuk mencegah penyimpangan dan potensi kebocoran kekayaan negara. "Premis kita ternyata bener. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300 persen," katanya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dihargai dari hati yang bersih. "Saya yakin dan percaya, kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa," ujarnya kepada jajaran Danantara.

Presiden juga mengingatkan bahwa capaian Danantara dalam satu tahun terakhir masih belum cukup. "Ini masih jauh dari sasaran kita. Perusahaan yang baik, return on asset harusnya minimal 10 persen. Kita harus memiliki target yang bagus, yaitu 10 persen. Tetapi, kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai," tambah Prabowo.

Presiden menekankan jika return on asset Danantara ditargetkan 5 persen, maka Danantara harus menyetor setidaknya 50 miliar dolar AS per tahun ke negara. "50 miliar dolar adalah -- Mensesneg berapa? Berapa? Rp800 triliun. Jadi, pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh," lanjutnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap! Proses Rahasia Pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Pemerintah Teken SKB 7 Menteri soal Pedoman Penggunaan AI di Dunia Pendidikan
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Kebijakan Pembatasan Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Dimatangkan, Berlaku Akhir Maret 2026 ‎
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Akan Hitung Ulang Harga Pertalite setelah Lebaran 
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Pansus DPR dan Pemerintah Sepakat RUU HPI Perkuat Kepastian Hukum
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.