jpnn.com, JAKARTA - Komisi VI DPR RI gagal melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3).
Adapun, Komisi VI memang mengagendakan RDP dengan Joao Angelo dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Rabu ini.
BACA JUGA: Dasco Minta Impor Pikap untuk Kopdes Ditunda, Dirut Agrinas Pangan Ungkap Diagram Rahasia
Ketua Komisi VI Anggia Erma Rini sebagai pemimpin rapat menjelaskan agenda kegiatan ialah evaluasi progres, strategi operasional, hingga sistem pengawasan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Namun, Wakil Ketua Komisi VI DPR Nurdin Halid melayangkan interupsi dalam rapat dan mempertanyakan keberadaan Joao Angelo.
BACA JUGA: ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Dokumen Pengadaan Pikap Rp 24,66 Triliun
Adapun, Joao Angelo tak terpantau hadir dalam rapat bersama Komisi VI pada Rabu ini dan hanya diwakilkan petinggi PT Agrinas.
"Ini perlu dipertanyakan dahulu ini. Ini rapat penting, sangat penting, super penting. Kenapa Dirut Agrinas tidak hadir," tanya Nurdin saat rapat, Rabu.
BACA JUGA: Geruduk PT Agrinas, Massa KAMMI Jakarta Tuntut Impor Pikap India Disetop
Perwakilan PT Agrinas menyebut pihaknya memohon maaf Joao Angelo tidak bisa hadir dalam rapat bareng Komisi VI, karena menderita sakit.
"Ya, untuk Bapak Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara saat ini dalam kondisi sakit," kata dia dalam rapat, Rabu.
Perwakilan PT Agrinas mengatakan Joao Angelo sejak rapat Selasa (10/3) malam sudah keringat dingin dan demam tinggi, sehingga memutuskan absen ke DPR Rabu ini.
"Semalam sebenarnya pas saat kami rapat itu sudah berjaket dan sudah berkeringat dingin, dan setelah kembali demam tinggi," ujarnya.
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menyebut rapat bersama Ferry dan Joao Angelo sebenarnya penting untuk membahas Kopdes Merah Putih.
"Kami juga mendapat keluhan banyak dari para kepala desa. Nah, kalau tidak sinkron antara anggaran APBN dengan anggaran yang digunakan oleh Agrinas, maka kami ingin tahu seperti apa mekanismenya," ucap dia. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan




