Kemenag Dorong Transformasi Cara Beragama, Lebih Produktif & Berdampak

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mendorong transformasi cara beragama agar tidak hanya dimaknai secara ritual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. 

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, pihaknya ingin mendorong orientasi keberagamaan yang lebih produktif dan berdampak bagi masyarakat luas. 

BACA JUGA: Kemenag Percepat Langkah UIN Saizu Menuju World Class University

“Kementerian Agama saat ini ingin mentransformasi cara beragama agar menjadi lebih produktif dan lebih berdampak. Artinya, beragama tidak hanya berkaitan dengan persoalan akidah, moral, atau syariah semata,” ujar Kamaruddin saat dialog bersama media di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ia menilai, selama ini agama sering dipersempit hanya pada persoalan-persoalan eskatologis, seperti surga, neraka, malaikat, dan kehidupan setelah mati.

BACA JUGA: Kabar Gembira dari Kemenag untuk Guru Madrasah, Pekan Ini Cek Rekening ya

Padahal, menurutnya, agama memiliki dimensi yang jauh lebih luas dalam kehidupan manusia.

“Sering kali agama dipersempit hanya pada persoalan surga, neraka, malaikat, atau urusan eskatologis. Padahal, agama tidak boleh direduksi hanya pada hal-hal tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Kemenag Siapkan 130 ASN Ikut Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan Nasional

Kamaruddin menegaskan bahwa keberagamaan seharusnya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam pandangannya, praktik beragama perlu mampu memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan.

Ia menyebutkan bahwa beragama harus mampu memberdayakan secara sosial, memberdayakan secara ekonomi, dan mencerahkan secara spiritual. 

“Dengan kata lain, agama harus dirasakan manfaatnya dalam kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Kamaruddin menegaskan bahwa upaya ini bukan untuk mengubah ajaran agama, melainkan mendorong perubahan orientasi dalam praktik keberagamaan agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami tidak mengubah agama. Yang kami dorong adalah perubahan orientasi dalam beragama agar praktik keagamaan benar-benar memberi dampak dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan sosial, dan dalam kehidupan masyarakat secara luas,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas keberagamaan masyarakat dapat dilihat dari sejauh mana nilai-nilai agama mampu menghadirkan kemaslahatan dalam kehidupan bersama.

“Jika keberagamaan kita ingin lebih bermutu dan berkualitas, maka keberagamaan itu harus menghadirkan dampak nyata dalam kehidupan,” pungkas Kamaruddin. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei Dapat Support Korea Utara
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
[Foto] Menjelang Lebaran, Pasar Tanah Abang Mulai Dipadati oleh Pembeli
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Bakal Mulai April Ini
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
PLN UIT JBM Berbagi Kebahagiaan Ramadan Dengan Pengemudi Ojol di Gresik
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Profil Lee Heeseung, ex Main Vocalist ENHYPEN yang Resmi Hengkang dari Grup
• 3 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.