Bisnis.com, JAKARTA — Penetapan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK mendapat sambutan positif dari Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) Koko Rachmadi
Koko menyampaikan sepak terjang Friderica di bidang edukasi dan literasi keuangan melalui program Indonesia Anti Scam Center (IASC), salah satu inisiatif OJK untuk mempercepat penanganan laporan penipuan keuangan, cukup sukses sehingga dia mengharapkan kesuksesan tersebut dapat dituangkan di industri keuangan syariah.
“Moga-moga itu bisa dituangkan di industri keuangan syariah supaya makin sukses lagi,” kata Koko di sela-sela Media Briefing di Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).
Koko juga mengharapkan, performa Friderica dapat membawa industri perbankan menjadi lebih baik ke depannya.
“Selamat bertugas dan kami yakin dengan performa Bu Kiki bisa membawa industri perbankan menjadi lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya.
Untuk diketahui, Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Friderica sebagai Ketua DK OJK usai melalui serangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon pengganti anggota Dewan Komisioner. Selanjutnya, hasil fit and proper test akan dibawa ke dalam rapat paripurna yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/3/2026).
Baca Juga
- DPR Tetapkan 5 Pimpinan Baru OJK, Disahkan di Rapat Paripurna Hari Ini
- Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Terpilih
Profil Friderica Widyasari, Ketua OJK Baru
Wanita kelahiran Cepu, 28 November 1975 ini menempuh pendidikan sarjana di bidang ekonomi di Universitas Gadjah Mada dan lulus pada 2001.
Setelah itu, Friderica melanjutkan studi di California State University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Business Administration pada 2004. Dia kemudian kembali menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada dan memperoleh gelar doktor dalam bidang studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan pada 2019.
Dalam perjalanan kariernya, Friderica menghabiskan lebih dari satu dekade di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia mulai bergabung pada 2005 dan kemudian dipercaya menjabat sebagai Direktur Pengembangan Pasar BEI pada periode 2009—2015.
Friderica kemudian melanjutkan karirnya di lembaga self-regulatory organization (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dia menjabat sebagai Direktur Keuangan KSEI pada 2015—2016, lalu dipercaya menjadi Direktur Utama KSEI pada 2016—2019. Karier Friderica kemudian berlanjut sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada periode 2020—2022.
Di bidang profesional, Friderica juga mengantongi sertifikasi Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019.
Sebelum terpilih sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.




