JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Ermanto Usman dibunuh di rumahnya di Pondok Gede, Bekasi pada Senin (2/3/2026) lalu.
Pembunuhnya diketahui sebagai seorang spesialis pencurian di sekitar Bekasi bernama Sudirman (28). Dia mencuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Biasanya, ia langsung kabur saat aksinya terpergok warga.
Namun, hari itu di rumah Ermanto, ia justru menggunakan senjata linggisnya untuk memukul korban dan istri sampai bersimbah darah.
Baca juga: Pensiunan JICT Ermanto Usman Tewas, Polisi: Murni Perampokan karena Rumah Mewah
Sudirman ditangkap sepekan kemudian, Senin (9/3/2026) di kontrakannya di Cilincing, Jakarta Utara.
Dia sempat hampir kabur. Namun, polisi langsung melumpuhkannya dengan dua tembakan di kaki.
Kronologi kejadian
Kejadian bermula saat Sudirman melancarkan aksi pencuriannya, Senin (2/3/2026) pukul 03.00 WIB.
Dia membuka jendela rumah Ermanto Usman menggunakan linggis yang sudah dibawanya.
Saat sudah berada dalam rumah, tiba-tiba lampu menyala. Istri korban, Pasmilawati (60), dibangunkan oleh alarm persiapan sahurnya.
Pasmilawati kaget melihat Sudirman, begitu pula sebaliknya. Lantas Sudirman melayangkan linggis di tangannya ke kepala Pasmilawati.
Di sana, ia juga melihat Ermanto yang baru saja bangun. Ermanto tampak masih terduduk di kasur.
Sudirman pun melancarkan aksi serupa, memukulkan linggis itu ke kepalanya.
Baca juga: Perampok Rumah Ermanto Usman Pilih Target Secara Acak, Berujung Pembunuhan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin, mengatakan, saat itu Sudirman panik karena aksinya terpergok pemilik rumah.
“Karena panik, selanjutnya serta merta tersangka menyerang korban laki-laki yang baru terbangun dan sedang duduk di atas tempat tidur,” tutur Iman kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Setelah itu, Sudirman kabur sambil membawa sejumlah barang berharga. Mulai dari dua ponsel, satu unit laptop, sejumlah perhiasan, dan tas berisi kunci mobil.