Bisnis.com, CIREBON — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap sejumlah titik krusial kemacetan di jaringan Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) menjelang musim mudik Lebaran 2026/1447 H.
Meski memiliki kapasitas jalan yang besar, kepadatan kendaraan di jalur ini diprediksi tetap tinggi sehingga memicu titik-titik hambatan.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat Kementerian PU Rina Kumala Sari menyebut simpul kemacetan utama berada di Simpang Jomin (Cikampek), Simpang Mutiara (Karawang Barat), dan Cikopo (Kabupaten Purwakarta). Selain itu, pasar tumpah seperti Pasar Palahuluk di Cirebon juga menjadi titik rawan yang patut diwaspadai pemudik motor.
"Karena ramai sehingga mungkin ada beberapa titik kemacetan. Tapi bagi pemudik mungkin punya pilihan alternatif lain, yang ingin merasakan kenyamanan mungkin lebih memilih lewat Pansela," ujar Rina saat ditemui di Posko Mudik Lebaran PKK 1.3 di Cirebon, Rabu (11/3/2026).
Seiring dengan hal itu, jalur Pantai Selatan (Pansela) dan rute alternatif lainnya seperti Jalur Tengah (yang menghubungkan Jakarta/Jabar menuju Jateng/DIY melalui area pegunungan/tengah) ditawarkan sebagai solusi untuk menghindari penumpukan di Pantura.
Rina menjelaskan bahwa umumnya pemilihan jalur mudik didasari oleh lima faktor utama, yakni waktu tempuh, kondisi jalan, kelancaran, fasilitas pendukung, serta rekayasa lalu lintas.
Baca Juga
- Cek Target Penanganan 7.400 Lubang di Pantura Jelang Lebaran 2026
- Jalur Pantura Jabar Diprediksi Sepi Pemudik Lebaran 2026, Ada Apa?
- Jelang Mudik Lebaran, Pemerintah Pastikan Tuntaskan 7.000 Lubang di Jalan Pantura
Pansela dinilai unggul dari sisi kenyamanan karena volume lalu lintas yang jauh lebih rendah dibandingkan jalur utama utara. Selain itu, ketersediaan objek wisata di sepanjang rute selatan menjadi nilai tambah bagi pemudik yang ingin beristirahat.
"Yang lebih memilih kenyamanan itu mungkin mereka berharap bisa lewat Pansela. Karena memang lalu lintas dibandingkan Pantura dengan di Pansela itu trafik lalu lintas lebih rendah, tidak begitu seramai Pantura," jelasnya.
Meski demikian, Rina mengakui bahwa Pantura masih menjadi favorit karena waktu tempuh yang secara teknis lebih cepat dan fasilitas umum yang lebih lengkap. Namun, pengalaman kemacetan pada tahun-tahun sebelumnya diprediksi akan membuat sebagian pemudik mulai beralih rute.
Untuk itu, Pemerintah mensosialisasikan pada para pemudik sepeda motor untuk dapat mempertimbangkan penggunaan jalur selatan guna mendistribusikan beban jalan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko penumpukan kendaraan yang ekstrem di simpul-simpul strategis Jawa Barat.
Mengacu pada paparan yang disampaikan, Jalan Lintas Utara (Pantura) khusus wilayah Jawa Barat saja memiliki total panjang mencapai 270,94 Kilometer (Km) dengan persentase kemantapan jalan mencapai 99%. Ruas ini juga tercatat memiliki 10.197 meter jembatan.
Kemudian, Jalur Lintas Tengah Jawa Barat dilaporkan memiliki panjang mencapai 403,93 Km dengan kemantapan jalan sebesar 97,37% dan panjang jembatan mencapai 8.682 meter.
Terakhir, ruas Pansela yang berada di lingkup wilayah Jawa Barat memiliki total panjang mencapai 414,83 Km dengan kondisi kemantapan jalan mencapai 97,71%. Sedangkan, panjang jembatan yang membentang yakni 6.615,8 meter.




