Iran Jaga Ketat Selat Hormuz, Harga Minyak Diproyeksi Tembus USD200 per Barel

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Iran menegaskan tidak akan berhenti menyerang kapal yang melewati Selat Hormuz. Dengan kondisi tersebut, harga minyak mentah diproyeksi tembus USD200 per barel.

Iran Jaga Ketat Selat Hormuz, Harga Minyak Diproyeksi Tembus USD200 per Barel. (Foto: AFP)

IDXChannel - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan tidak akan berhenti menyerang kapal yang melewati Selat Hormuz, terutama yang terafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Bahkan, mereka menyebut tidak akan mengizinkan satu liter minyak pun melewati selat tersebut.

Seorang juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya IRGC mengatakan pada Rabu (11/3/2026) bahwa setiap kapal yang terkait dengan AS dan Israel atau sekutu mereka akan dianggap sebagai target yang sah.

Baca Juga:
Harga Minyak Melonjak 5 Persen, Kekhawatiran Pasokan Kalahkan Rencana IEA

Pernyataan tersebut menyebabkan tekanan apda pasar energi global. Sebab, Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak di wilayah teluk tersebut.

IRGC memproyeksi harga minyak tembus USD200 per barel dengan menutup Selat Hormuz. “Anda tidak akan dapat menurunkan harga minyak secara artifisial. Perkirakan harga minyak USD200 per barel,” kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Aljazeera, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga:
Harga Minyak Tinggi Berpotensi Percepat Program B50 Indonesia

Harga minyak global telah berfluktuasi liar selama serangan AS-Israel terhadap Iran, yang membalas dengan menembakkan rudal dan drone ke target di seluruh Timur Tengah.

Penutupan Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, dan perlambatan produksi di beberapa negara Teluk telah menimbulkan kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut.

Baca Juga:
Harga Minyak Bergejolak, Saham Migas Mana Saja yang Menarik?

Kekhawatiran seputar durasi perang, yang dimulai pada 28 Februari 2026 dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, juga menambah ketidakpastian, menyebabkan harga minyak melonjak.

Pada Rabu, tiga kapal terkena proyektil di Selat Hormuz, kata perusahaan keamanan maritim dan manajemen risiko, termasuk kapal kargo berbendera Thailand yang diserang sekitar 11 mil laut (18 km) di utara Oman.

Terlepas dari risiko terhadap lalu lintas maritim, Presiden AS Donald Trump mendorong kapal untuk terus melintasi Selat Hormuz pada Rabu. “Saya pikir mereka harus,” kata Trump ketika ditanya apakah kapal harus melewati jalur air tersebut.

“Saya pikir Anda akan melihat keamanan yang luar biasa, dan itu akan terjadi dengan sangat, sangat cepat,” kata Trump.

Sebelumnya, kepala bantuan PBB Tom Fletcher menyerukan pengecualian untuk bantuan yang melewati selat tersebut, memperingatkan bahwa pasokan kemanusiaan tidak mencapai daerah-daerah yang sangat membutuhkan di Afrika sub-Sahara.

“Kami mengimbau semua pihak untuk mencoba mengamankan rute-rute tersebut, termasuk Selat Hormuz, untuk lalu lintas kemanusiaan kami. Sehingga kami dapat menjangkau siapa pun, di mana pun, berdasarkan kebutuhan terbesar,” kata Fletcher.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalur Palur-Sragen Dipastikan Bebas Banjir Jelang Mudik Lebaran 2026
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Preview Lille vs Aston Villa: Emery Berharap Bangkit
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Gadis di Bali Diperkosa Orang Tak Dikenal saat Rumah Sepi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Puan Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Tiket-Jamin Keselamatan Pemudik
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Hadiah dari Presiden dan Cerita dari Zurich: Perjuangan TVRI Membawa Kembali Piala Dunia
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.