Mojtaba Khamenei Terluka, Militer Iran Tetap Siaga

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Teheran

Meski kondisi kesehatan jadi spekulasi, Garda Revolusi tegaskan Mojtaba tetap pimpin strategi perlawanan.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan telah mengonsolidasikan kekuasaan dengan menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Langkah ini diambil di tengah laporan bahwa putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei tersebut mengalami cedera serius dalam gelombang serangan udara awal Israel.

Penunjukan Mojtaba, yang dilakukan oleh Majelis Ahli berisi 88 ulama senior, memicu perdebatan mengenai stabilitas internal Teheran. 

Meski kondisi fisiknya belum dikonfirmasi secara transparan, langkah IRGC ini dinilai sebagai upaya memastikan mesin perang Iran tetap berjalan pada mode "autopilot" di tengah eskalasi konflik regional.

Spekulasi Kesehatan dan Absensi Publik

Hingga kini, otoritas Iran belum merilis foto atau rekaman video terbaru dari Mojtaba Khamenei. 

Hal ini memperkuat spekulasi mengenai tingkat keparahan cederanya. Laporan menyebutkan bahwa ia setidaknya menderita patah kaki dan luka di area wajah akibat serangan yang juga menewaskan sejumlah anggota keluarga besarnya, termasuk ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, memberikan pernyataan yang sangat hati-hati terkait situasi ini.

"Kondisinya belum dilaporkan sebagai kritis," ujar Larijani. Ia menambahkan bahwa meskipun terjadi insiden tersebut, Mojtaba tetap memberikan "panduan otoritatif penuh dan pengawasan operasional." Kutip The Guardian Kamis 12 Maret 2026.

Namun, pilihan kata "belum dilaporkan kritis" dipandang oleh analis sebagai indikasi bahwa Larijani sendiri mungkin belum melihat sang pemimpin secara langsung.

Ketahanan Sistem di Luar Kepemimpinan Individu

Para ahli menilai bahwa struktur kekuasaan di Iran telah dirancang untuk tetap berfungsi meskipun terjadi kekosongan atau pelemahan di tingkat puncak.

 Maryam Alemzadeh, Associate Professor sejarah dan politik Iran di St Antony’s College, Oxford, menjelaskan bahwa sistem ini memiliki ketahanan yang berakar pada jaringan semi-formal.

"Ketahanan ini bergantung pada jaringan IRGC, Basij, dan layanan negara lainnya yang menjalankan berbagai peran. Penghancuran struktur puncak (dekapitasi) hampir tidak berpengaruh pada jaringan ini," kata Alemzadeh.

Senada dengan hal tersebut, Alex Vatanka, peneliti senior di Middle East Institute, mencatat bahwa otoritas seorang Pemimpin Tertinggi tidak datang secara instan dari jabatan tersebut, melainkan dari kepribadian dan waktu. 

"Dibutuhkan waktu bagi seorang pemimpin untuk memantapkan otoritasnya, sama seperti ayahnya dahulu," jelas Vatanka.

Implikasi Regional dan Strategi Militer

Di tingkat internasional, absennya penampilan publik Mojtaba dimanfaatkan oleh lawan-lawan politiknya. Kementerian Luar Negeri Israel bahkan merilis sindiran visual yang mempertanyakan legitimasi kepemimpinan yang dianggap "tersembunyi" tersebut.

Meskipun demikian, narasi yang berkembang di Teheran menunjukkan bahwa strategi militer Iran saat ini tidak bergantung pada kehadiran fisik seorang individu. Fokus utama tetap pada perang asimetris untuk memaksimalkan beban ekonomi bagi lawan.

Konfirmasi mengenai kondisi cedera Mojtaba justru muncul secara tidak terduga melalui unggahan Telegram oleh Yousef Pezeshkian, putra Presiden Iran. Ia menyebutkan telah mendengar kabar bahwa Mojtaba terluka namun dalam kondisi stabil.

Saat ini, dunia internasional terus memantau apakah Mojtaba Khamenei akan muncul untuk memberikan pidato perdana yang dapat meredam spekulasi, atau apakah Iran akan terus dikelola oleh dewan militer dan ulama di balik layar saat konflik terus membara.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anak-anak Dilarang Main Medsos, Menag Siapkan Literasi Digital untuk 13 Juta Siswa dan Santri
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo kritik regulasi yang hambat audit cucu perusahaan BUMN
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Korlantas Polri Gunakan Teknologi Digital Pantau Arus Mudik Lebaran 2026
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Sebut Operasi Militer AS terhadap Iran Lebih Mudah dari Perkiraan
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara dalam Kasus Peredaran Narkoba, Paling Tinggi dari Terdakwa Lain
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.