Trump Sebut Operasi Militer AS terhadap Iran Lebih Mudah dari Perkiraan

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran ternyata lebih mudah dibandingkan perkiraan awal pemerintah Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Rabu 11 Maret saat berbicara kepada wartawan dalam kunjungannya ke Cincinnati, Ohio.

Pada awal Maret, Trump sebelumnya menyebut operasi militer di Timur Tengah sebagai sebuah ekspedisi singkat.

"Ya, ini keduanya, sebuah ekspedisi akan menjauhkan kami dari perang dan perang itu akan menjadi; bagi mereka itu adalah perang, bagi kami, ternyata lebih mudah dari yang kami duga," kata Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Trump menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah operasi tersebut harus dianggap sebagai perang atau sebagai sebuah ekspedisi.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar serta menimbulkan korban di kalangan warga sipil.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel awalnya menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran.

Namun kemudian kedua negara tersebut menyatakan bahwa operasi militer itu juga bertujuan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer Amerika Serikat dan Israel.

Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari atas kematian tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pemerintah Rusia menyerukan agar segera dilakukan deeskalasi konflik serta penghentian permusuhan di kawasan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kim Jong-un Uji Coba Rudal Strategis di Tengah Konflik Timteng
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Petronas Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Barokah-1 WK North Ketapang
• 22 menit lalukumparan.com
thumb
Paripurna DPR Ketok Palu Lima Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica Resmi Jabat Ketua
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke Level USD89 per Barel
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Agus Salim Diambang 6 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pratiwi Noviyanthi Beberkan Alasan Terbesar Laporan Hukum
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.