Penulis: Fityan
TVRINews – Teheran
Menteri Olahraga Ahmad Donyamali Menegaskan Partisipasi Mustahil Usai Serangan Udara
Harapan untuk melihat tim nasional sepak bola Iran berlaga di putaran final Piala Dunia musim panas ini resmi berakhir.
Pemerintah Iran secara tegas menyatakan tidak akan mengirimkan delegasi tim nasional ke turnamen yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyampaikan keputusan tersebut pada Rabu 11 Maret 2026 waktu setempat, menyusul ketegangan geopolitik yang meningkat tajam di kawasan Timur Tengah.
"Dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi," tegas Donyamali dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
Alasan Keamanan dan Politik
Keputusan ini merupakan pernyataan resmi pertama dari pemerintah Iran terkait status kepesertaan mereka di Piala Dunia 2026 sejak dimulainya eskalasi militer 10 hari lalu.
Donyamali merujuk pada serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, yang berujung pada gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
"Mengingat rezim ini telah membunuh pemimpin kami, tidak ada celah bagi kami untuk hadir di Piala Dunia.
Keamanan para pemain kami tidak terjamin, dan secara fundamental, kondisi untuk berkompetisi sudah tidak ada lagi," ujar Donyamali.
Ia menambahkan bahwa tindakan agresif yang menewaskan ribuan warga sipil Iran dalam beberapa bulan terakhir menjadi alasan utama di balik penarikan diri ini.
"Mereka telah memaksakan perang kepada kami; karena itu, kami tentu tidak bisa hadir di sana," tambahnya.
Upaya Diplomasi FIFA dan Donald Trump
Pernyataan keras Teheran ini muncul hanya sehari setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
Dalam pertemuan tersebut, Trump sempat memberikan jaminan bahwa tim Iran akan diterima dengan tangan terbuka untuk berkompetisi di wilayah Amerika Serikat.
"Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk bertanding di Amerika Serikat," tulis Infantino melalui unggahan di media sosial resminya.
Infantino juga menekankan pentingnya sepak bola sebagai alat pemersatu dunia di tengah konflik global.
Namun, jaminan diplomatik tersebut tampaknya tidak cukup untuk meredam kemarahan otoritas Iran.
Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, juga telah memberikan isyarat pesimisme dengan menyatakan bahwa mustahil bagi federasi untuk menatap turnamen dengan harapan di tengah situasi berdarah.
Konsekuensi dan Sanksi Disiplin
Berdasarkan statuta FIFA, pengunduran diri secara sepihak dari putaran final Piala Dunia akan memicu konsekuensi serius. Iran terancam menghadapi tindakan disipliner yang mencakup:
• Denda administratif berkisar antara €275.000 hingga €555.000.
• Potensi larangan partisipasi pada turnamen internasional di masa depan.
• Rujukan ke komite disiplin FIFA untuk sanksi olahraga tambahan.
Langkah Iran ini dianggap sebagai peristiwa luar biasa dalam sejarah sepak bola modern. Sejak tahun 1950, belum ada negara yang mengundurkan diri setelah pengundian grup dilakukan. Iran sendiri sejatinya tergabung dalam Grup G bersama Belgia,
Mesir, dan Selandia Baru, dengan jadwal pertandingan yang seluruhnya berlokasi di Los Angeles dan Seattle, Amerika Serikat.
Absennya delegasi Iran pada pertemuan perencanaan FIFA di Atlanta pekan lalu kini menjadi sinyal kuat bahwa keputusan boikot ini telah bersifat final.
Editor: Redaktur TVRINews





