Gojek Catat EBITDA yang Disesuaikan Melesat 105% di 2025 Jadi Rp1,4 T

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Gojek, unit bisnis on-demand services (ODS) milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), ternyata mampu mencatatkan laba operasional sepanjang tahun lalu mencapai Rp888,62 miliar, meroket 1.180% dari laba operasional Gojek di tahun 2024 sebesar Rp69,40 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan GoTo, laba operasional Gojek itu terbentuk seiring dengan pendapatan bersih segmen ini, khusus dari pihak ketiga, mencapai Rp12,36 triliun, meningkat 14% dari periode tahun sebelumnya sebesar Rp10,86 triliun.

Mengacu siaran pers GoTo, Rabu (11/3), Gojek mencatatkan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp1,39 triliun, melesat 105% year on year (YoY) dari tahun sebelumnya sebesar Rp679 miliar. Khusus kuartal 4, EBITDA disesuaikan Gojek juga naik 55% menjadi Rp415 miliar dari sebelumnya Rp267 miliar.

Secara tahunan, pendapatan bersih Gojek mencapai Rp12,60 triliun, naik 16% dari pendapatan bersih tahun sebelumnya Rp10,88 triliun, terbagi atas pendapatan dari bisnis pengiriman atau delivery Rp9,46 triliun (naik 16% YoY) dan mobilitas (mobility) sebesar Rp3,13 triliun (naik 15%).

Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, menyatakan pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026.

“Pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026. Untuk unit usaha On-Demand Services, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik,” kata Hans, dalam siaran pers.

Angka nilai transaksi bruto (GTV) khusus untuk segmen delivery naik 8% menjadi Rp41,8 triliun di tahun lalu dan GTV segmen mobilitas Gojek juga naik 7% YoY menjadi Rp24,7 trilliun.

Dalam pernyataannya, manajemen Goto menegaskan bahwa untuk bisnis ODS, perseroan tetap berkomitmen untuk terus tumbuh melalui strategi berbasis produk yang berfokus pada kebutuhan pengguna affluent maupun mass market.

AI telah berperan penting dalam mendorong pertumbuhan usaha, sebagai contoh Perseroan sudah meningkatkan kemampuan pencarian dan rekomendasi, memperluas visibilitas pilihan makanan dan mitra usaha lokal, meningkatkan pilihan produk (assortment), konversi konsumen, dan nilai belanja per transaksi (basket size).

Selain itu, pada Maret ini, perseroan juga menegaskan komitmennya untuk kesejahteraan mitra pengemudi, dengan memberikan Bonus Hari Raya (BHR) menjelang Lebaran 2026 kepada sekitar 400.000 mitra driver yang memenuhi syarat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Kemenkeu Soal Bunga Utang Mengikis Kualitas APBN
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
3 Benefit Masuk SMA Unggul Garuda Baru
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Musisi dan Pencipta Lagu, Adikara Bagikan Pengalaman Membuat Karya dengan Teknologi Modern
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Berantas Korupsi di Sektor Kesehatan, KPK Siap Tempatkan Pejabatnya di Kemenkes
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Beberkan Syarat Akhiri Perang dengan AS-Israel, Apa Saja?
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.