PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Spanyol. Ia menuding Madrid tidak menunjukkan kerja sama yang memadai dengan Amerika Serikat, bahkan mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan dengan negara Eropa tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan pada Rabu (11/3) saat menanggapi pertanyaan mengenai hubungan Washington-Madrid yang sedang memanas.
"Tidak, mereka tidak bekerja sama. Saya rasa mereka sama sekali tidak kooperatif. Spanyol. Saya rasa mereka sangat buruk, sangat buruk... Kami mungkin akan menghentikan perdagangan dengan Spanyol," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya pertanyaan terkait hal tersebut.
Baca juga : Spanyol Tantang Trump, Tegaskan Sikap untuk Tidak Berperang
Trump juga menyinggung posisi Spanyol dalam aliansi NATO. Menurutnya, Madrid selama ini menikmati perlindungan keamanan dari NATO tetapi tidak memberikan kontribusi yang sepadan.
Dia menambahkan bahwa Madrid mendapat keuntungan dari perlindungan NATO, sementara menolak untuk membayar bagian yang seharusnya, dan telah berperilaku seperti itu selama bertahun-tahun.
Ketegangan soal Penggunaan Pangkalan MiliterKetegangan antara Washington dan Madrid sebelumnya meningkat setelah pernyataan Trump pada 3 Maret lalu. Saat itu ia mengancam akan mengakhiri seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol.
Baca juga : Spanyol Tolak Pangkalan Militernya Dipakai untuk Serang Iran, Trump Ancam Putus Hubungan Dagang
Sebelumnya pada 3 Maret, Trump mengatakan AS akan mengakhiri semua perdagangan dengan Spanyol setelah Madrid menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan mereka untuk menyerang Iran.
Selain isu pangkalan militer, Trump juga mengkritik kebijakan anggaran pertahanan Spanyol yang menurutnya tidak cukup besar untuk memenuhi komitmen aliansi. Spanyol mempertahankan target belanja pertahanan sebesar 2%.
Gedung Putih Klaim Ada Perubahan SikapPemerintah AS sempat menyatakan bahwa Spanyol mulai menunjukkan perubahan sikap. Pada 4 Maret, juru bicara Gedung Putih menyebut adanya perkembangan dalam komunikasi kedua negara.
Pada 4 Maret, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa pemerintah Spanyol mulai bekerja sama dengan AS dalam beberapa jam terakhir setelah awalnya menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan mereka.
Namun klaim tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Spanyol. Namun, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albarez membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa posisi pemerintah tidak berubah.
Spanyol Juga Tarik Permanen Duta Besarnya dari IsraelDi tengah ketegangan dengan Washington, kebijakan luar negeri Spanyol juga menjadi sorotan setelah Madrid mengambil langkah diplomatik tegas terhadap Israel. Pemerintah Spanyol diketahui mencabut secara permanen duta besarnya dari Israel sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Tel Aviv dalam konflik di Gaza Strip.
Langkah tersebut merupakan bagian dari sikap pemerintah Spanyol yang semakin kritis terhadap operasi militer Israel di Gaza serta seruan untuk perlindungan warga sipil dan solusi politik bagi konflik Palestina. Keputusan itu juga menandai meningkatnya tekanan diplomatik dari beberapa negara Eropa terhadap Israel.
Situasi ini menunjukkan bahwa hubungan luar negeri Spanyol saat ini berada dalam fase sensitif, baik dengan Amerika Serikat terkait isu keamanan dan militer, maupun dengan Israel terkait dinamika konflik di Timur Tengah. Ant/E-4)





