Perlukah Kurma Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Penjelasan Ahli

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Kurma menjadi salah satu hidangan yang hampir selalu hadir saat Ramadan. Buah kecil ini sering menjadi pilihan pertama untuk berbuka puasa karena rasanya manis dan dapat membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Namun belakangan, di media sosial tengah ramai diperbincangkan soal kurma sebenarnya perlu dicuci terlebih dahulu atau bisa langsung dimakan?

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, Guru Besar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), menjelaskan bahwa pada dasarnya kurma masih berpotensi mengandung debu, residu, atau kotoran yang berasal dari berbagai tahapan proses, mulai dari panen, pengeringan, hingga pengemasan. Oleh karena itu, aspek kebersihan tetap perlu diperhatikan sebelum kurma dikonsumsi.

Menurutnya, hal ini berlaku jika kurma dibeli dalam jumlah besar atau dijual secara curah tanpa kemasan individual. Dalam kondisi seperti itu, kemungkinan kurma terpapar debu atau disentuh oleh banyak orang tentu lebih besar.

“Peluang kurma dalam kondisi tersebut lebih berpeluang mengumpulkan debu, kotoran, atau residu selama panen, pengangkutan, dan penyimpanan. Karena kurma memiliki permukaan yang lengket secara alami, kurma dapat dengan mudah memerangkap partikel dari sekitarnya,” kata Prof. Tria kepada kumparanFOOD, Kamis (12/3).

Menurut Prof. Tria, mencuci kurma sebenarnya tidak selalu menjadi keharusan. Misalnya jika kurma yang dibeli merupakan produk kemasan dari industri pangan yang diproses secara higienis. Kurma dalam kemasan umumnya telah melalui proses pembersihan dan dikemas di lingkungan yang terkontrol sehingga risiko kontaminasi relatif lebih kecil.

“Mencuci kurma bersifat opsional, tetapi tetap disarankan jika ingin memastikan kebersihan ekstra sebelum dikonsumsi,” kata dia.

Cara Mencuci Kurma

Jika ingin mencuci kurma, prosesnya pun sebaiknya dilakukan dengan cara yang tepat agar kualitas buah tetap terjaga. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa kondisi kurma terlebih dahulu. Kurma yang tampak rusak, terlalu lembek, atau berjamur sebaiknya dipisahkan agar tidak mencemari yang lain.

Setelah itu, kurma dapat diletakkan di dalam saringan lalu dibilas secara singkat di bawah air dingin yang mengalir selama sekitar 10 hingga 20 detik. Saat membilas, permukaan kurma bisa digosok perlahan dengan jari untuk membantu menghilangkan debu atau kotoran yang menempel.

Prof Tria juga mengingatkan untuk tidak merendam kurma terlalu lama karena dapat membuat teksturnya menjadi lembek dan lebih cepat rusak. Kurma yang sudah dibilas kemudian perlu dikeringkan dengan baik.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menata kurma dalam satu lapisan di atas tisu bersih, lalu menepuk-nepuknya hingga kering. Setelah itu, biarkan kurma mengering di udara selama sekitar 20 hingga 40 menit hingga tidak ada lagi kelembapan di permukaannya.

Setelah benar-benar kering, kurma dapat disimpan dalam wadah kedap udara. Jika disimpan pada suhu ruang, kurma biasanya dapat bertahan sekitar satu hingga dua minggu. Sementara jika disimpan di dalam lemari es, masa simpannya bisa lebih lama, bahkan hingga beberapa bulan.

Sementara itu, untuk kurma yang sudah diproses dan dikemas secara higienis, pembersihan kering juga bisa menjadi pilihan. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan menepuk-nepuk permukaan kurma menggunakan tisu bersih yang kering sebelum dimakan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Stop Sementara Operasional SPPG Pamekasan Pademawu Usai Temuan Lele Mentah
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Astakarya Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Nasional Dirumuskan
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menhub Ungkap Strategi Transportasi Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Emak-Emak Penerima Paket Sembako Merasa Terharu Atas Kepedulian Kades Tulungrejo
• 22 jam lalurealita.co
thumb
Jejak Sejarah 12 Maret: Pertempuran Jawa Berakhir hingga Awal Kekuasaan Soeharto
• 16 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.