Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh 2 Jam

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan layanan baru Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (SH2). Waktu tempuh perjalanan rute tersebut diperkirakan mencapai 121 menit atau sekitar 2 jam dalam sekali perjalanan.

Peluncuran rute ini dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026). Layanan ini diharapkan menjadi alternatif transportasi menuju bandara sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Baca juga: Rano Klaim Tuntaskan 97% Program dalam Setahun, Sisa PR Banjir hingga Macet

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan menjelaskan estimasi waktu perjalanan tersebut dihitung berdasarkan panjang lintasan yang mencapai sekitar 65,1 kilometer.

"Untuk estimasi perjalanan memang diperkirakan 121 menit. Jadi ini kita persiapkan panjang lintasan 65,1 kilometer," kata Ujang dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Pramono Resmikan Transjabodetabek Blok M-Soetta, Tarif Rp3.500 Selama 3 Bulan

Ia mengatakan rute ini akan dilayani oleh 14 unit bus. Bus akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan interval kedatangan sekitar 10 hingga 20 menit.

Menurut Ujang, layanan ini memiliki total 23 titik pemberhentian yang tersebar di wilayah Jakarta hingga kawasan bandara. Beberapa titik pemberhentian di Jakarta antara lain Terminal Blok M, Bundaran Senayan, FX Sudirman, kawasan Gelora Bung Karno, hingga area sekitar kompleks DPR/MPR.

Sementara itu, pemberhentian di kawasan bandara mencakup sejumlah titik seperti Terminal Kargo, Stasiun Kereta Bandara, hingga area imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bus juga akan berhenti di tiga terminal penumpang, yakni Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.

Baca juga: Rute TransJabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diresmikan Lusa

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan layanan ini dihadirkan untuk memberikan alternatif transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat menuju bandara. Selama ini, mayoritas penumpang bandara masih menggunakan kendaraan pribadi.

Ia menyebut berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pengguna bandara setiap tahun mencapai sekitar 54,9 juta orang. Sekitar 70 hingga 80 persen di antaranya menggunakan kendaraan pribadi.

"Kalau 70 sampai 80 persen dari 54,9 juta itu menggunakan transportasi pribadi, pasti berpotensi menambah beban atau traffic jam di lapangan," ucap Pramono.




(bel/zap)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Surabaya Kembali Menggelar Pasar Murah di 31 Kecamatan
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Puan Minta Seluruh Kementerian Lakukan Persiapan Jelang Idulfitri 2026
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Menag Larang ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Perkara Tiga Tersangka Penggelapan Dana PT DSI, Polisi: Tunggu Hasil Penelitian JPU
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Ikut Kutuk Ulah Israel yang Terus Menutup Gerbang Masjid Al-Aqsa, Termasuk saat Ramadan
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.