Refleksi Hidup Reza Artamevia di Usia 50 Tahun, Kini Tak Takut Tua dan Pilih Lebih Bersyukur

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Penyanyi senior Reza Artamevia menceritakan perjalanan spiritual yang ia jalani dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengaku melalui banyak pergulatan batin yang membuatnya belajar memahami hidup dengan cara yang berbeda.

Perjalanan tersebut membuat Reza lebih banyak merenung tentang kehidupan. Ia juga berusaha memperbaiki diri dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dalam proses itu, Reza menyadari bahwa dirinya masih jauh dari kata sempurna. Namun, ia terus berusaha menjaga hatinya agar tidak dipenuhi prasangka buruk.

“Saya bukan sok baik ya, saya kotor, saya masih banyak banget dosa, tapi saya selalu mencoba menjaga hati saya jauh-jauh dari prasangka buruk apalagi kepada Allah,” ujarnya dikutip dari FYP Trans7 pada Kamis (12/3/2026).

Seiring waktu, cara pandangnya terhadap kehidupan juga berubah. Hal-hal yang dulu sering ia khawatirkan kini tidak lagi menjadi beban pikiran.

“Dulu masih suka mikir ‘aduh, gimana entar kalau gue tua ya, ginii-gini’ eh masya allah sekarang saya sudah enggak mikir begitu. Enggak takut tua, enggak takut berkeriput, udah enggak,” tuturnya.

Menurut wanita berusia 50 tahun ini, kesadaran bahwa dunia hanyalah tempat sementara membuatnya lebih tenang menjalani hidup. Ia memilih untuk menyerahkan banyak hal kepada Tuhan.

“Karena merasa disini tempat sementara. Dan kesulitan apapun tetap tenang aja ada Allah, yakin Allah tidak akan membiarkan hamba-hambanya kesulitan. Yang penting ‘cukupkan hari hamba ya Allah, dalam keadaan apapun‘. ungkapnya. Ia merasa keyakinan tersebut membuat hatinya lebih damai.

Reza juga mencoba melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih sederhana. Ia merasa banyak orang yang hidup dalam kondisi lebih sulit, tetapi tetap bisa menjalani hari dengan tenang.

“Coba kita lihat tukang becak, dia dikasih ketenangan tidur nyenyak aja begitu di becak dalam keadaan kayak gitu. Sementara setiap hari kita masalah banyak tapi kita tidur masih enak, makan masih nikmat, tempat tinggal masih ada, banyak orang yang lebih susah,” jelasnya.

Baginya, manusia seringkali terlalu fokus pada masalah yang dihadapi. Padahal, masih banyak nikmat kecil yang sering terlupakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Masa kita complain gitu kan, sementara kalau yang namanya dunia ini memang tempatnya masalah. Kalau kamu enggak mau punya masalah ya mati,” tutupnya.(*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JETE Perkuat Ekosistem Retail Menuju Pasar Global hingga IPO
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Drama Penyamaran Pembunuh di Depok, Chat Pakai HP Korban Agar Tak Dicurigai
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
TVRI Kepri Bersama Pemprov Gelar Gerakan Pangan Murah di Bintan
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Dorong Usaha Pariwisata Berdaya Saing, Kemenpar Perkuat Perizinan dan Sertifikasi
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dinkes DKI Jakarta: Belum Ada Kasus Campak Ditemukan di Ibu Kota
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.