Harga minyak dunia kembali mendekati US$ 100 per barel pada Kamis (12/3). Hal ini terjadi setelah Iran menyerang dua kapal tanker minyak dengan bahan peledak. Penyerangan ini dilakukan di tengah gangguan pasokan global akibat perang AS-Israel terhadap Iran.
Kontrak berjangka Brent naik US$ 5,69 atau 6,19% menjadi US$ 97,67 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 5,11 atau 5,86% menjadi US$ 92,36 per barel.
“Dua kapal tanker asing yang memuat minyak Irak terbakar usai diserang oleh penyerang tak dikenal. Hal ini terjadi di perairan teritorial Irak,” kata Direktur Jenderal Perusahaan Umum Pelabuhan, Farhan al-Fartousi, dikutip dari Reuters, Kamis (12/3).
Penyelidikan awal menunjukkan perahu bermuatan bahan peledak dari Iran telah menyerang kedua kapal tanker tersebut.
"Ini tampaknya menandai respons langsung dan tegas Iran terhadap pengumuman mendadak IEA tentang pelepasan cadangan strategis besar-besaran yang bertujuan untuk meredam harga yang melonjak," kata analis IG Tony Sycamore.
Badan Energi Internasional (IEA) telah setuju untuk melepaskan rekor 400 juta barel minyak. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengendalikan harga yang melonjak akibat gangguan pasokan akibat perang AS-Israel terhadap Iran.
AS menyumbang pelepasan 172 juta barel dari cadangan minyak strategisnya.
Intelijen AS mengatakan kepemimpinan Iran masih utuh dan tidak berisiko runtuh dalam waktu dekat.
Kondisi ini akan membuat harga minyak terus menghadapi tekanan kenaikan karena tidak ada tanda-tanda de-eskalasi perang di Timur Tengah.




