Pantau - Pemerintah Malaysia menerapkan kebijakan penghematan belanja negara untuk mengantisipasi dampak situasi geopolitik global terhadap perekonomian nasional.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah awal berupa penghematan dalam belanja negara.
"Pemerintah (Malaysia) melaksanakan langkah awal penghematan dalam belanja negara," kata Anwar Ibrahim.
Kebijakan penghematan tersebut antara lain meniadakan kegiatan gelar griya atau open house Idul Fitri oleh kementerian, lembaga pemerintah, dan Government-Linked Company.
Pemerintah Malaysia juga membatasi kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh anggota kabinet.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menyesuaikan pengeluaran negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Anwar menyampaikan bahwa konflik yang semakin memanas di kawasan Asia Barat mulai memberikan dampak terhadap perekonomian global.
Dampak tersebut terjadi melalui gangguan pada rantai pasok energi serta lonjakan harga minyak dunia yang memicu ketidakpastian di pasar global.
Sebagai negara dengan ekonomi perdagangan terbuka, Malaysia dinilai tidak terlepas dari dampak perkembangan geopolitik global.
Malaysia menghadapi risiko kenaikan biaya transportasi, tekanan terhadap harga barang, serta tantangan terhadap stabilitas ekonomi.
Dalam situasi tersebut, pemerintah Malaysia tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak jenis RON 95 pada harga 1,99 ringgit atau sekitar Rp8.584 per liter meskipun harga minyak dunia meningkat.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Anwar menegaskan bahwa pemerintah Malaysia akan terus memantau perkembangan konflik global secara ketat.
Pemerintah juga akan mengambil langkah tambahan apabila diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi negara serta melindungi kesejahteraan rakyat.




