Jakarta, tvOnenews.com - International Boxing Federation (IBF) resmi mencabut gelar juara dunia milik Janibek Alimkhanuly di kelas menengah usai sang jawara tersandung kasus doping.
Keputusan ini diambil setelah hasil tes doping menunjukkan bahwa Janibek Alimkhanuly positif menggunakan meldonium, salah satu zat yang dilarang dalam olahraga profesional.
Kasus tersebut mencuat setelah proses pengujian dilakukan menjelang rencana pertarungan antara Janibek Alimkhanuly melawan Erislandy Lara pada November 2025 lalu.
"Janibek Alimkhanuly dinyatakan positif menggunakan meldonium, zat terlarang, setelah pengujian pada pertengahan November 2025," melansir dari Ring Magazine.
Tes doping ini dilakukan oleh Voluntary Anti-Doping Association (VADA), selaku lembaga independen yang kerap terlibat dalam pengawasan antidoping di dunia tinju profesional.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, VADA menemukan bahwa sampel A milik sang petinju mengandung meldonium yang termasuk dalam kategori modulator metabolik terlarang.
Setelah temuan awal tersebut, proses investigasi dilanjutkan dengan pemeriksaan sampel B. Hasilnya kembali mengonfirmasi adanya zat terlarang yang sama dalam tubuh petinju tersebut.
Kemudian konfirmasi dari kedua sampel itu semakin memperkuat bukti bahwa Janibek Alimkhanuly benar-benar positif menggunakan zat yang dilarang dalam kompetisi tinju profesional.
Hasil ini membuat IBF kemudian mengambil langkah administratif terkait status gelar juara dunia kelas menengah yang sebelumnya dipegang oleh Janibek Alimkhanuly. Selain itu, otoritas tinju yang berwenang juga menjatuhkan sanksi larangan bertanding mulai 2 Desember 2025.
Sehingga Janibek Alimkhanuly tidak dapat menjalani kewajibannya sebagai juara dunia IBF, yakni mempertahankan sabuk dalam laga mandatory defense yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026.
Sesuai regulasi IBF, setiap juara dunia diwajibkan menjalani pertarungan wajib dalam periode tertentu untuk mempertahankan statusnya sebagai pemegang gelar.
Lantaran tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut akibat sanksi larangan bertanding, IBF akhirnya memutuskan untuk mencabut gelar juara dunia kelas menengah yang sebelumnya berada di tangan Janibek Alimkhanuly.
Hal ini dilakukan oleh IBF agar sabuk juara tidak terlalu lama berada dalam kondisi vakum. Maka kini divisi kelas menengah tetap dapat berjalan normal dengan peluang bagi para penantang baru untuk memperebutkan sabuk juara dunia.




