JAKARTA, DISWAY.ID – Menanggapi kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) ditengah-tengah konflik peperangan antara Iran dan Amerika Serikat - Israel, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ketersediaan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman.
Dalam hal ini, dirinya juga turut meminta masyarakat tidak panik atau melakukan pembelian berlebihan karena pasokan BBM terus diproduksi dan didistribusikan secara berkelanjutan.
"Pasokan BBM nasional dalam kondisi aman karena produksi dan distribusi terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar stok operasional yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Bahlil dalam podcast resmi Kementerian ESDM,, pada Rabu 11 Maret 2026.
BACA JUGA:Ratusan Anak Yatim Hadiri Bukber AMPI, Ustaz Ahmad Yani Puji Kepemimpinan Bahlil
Lebih lanjut, Bahlil juga turut memastikan bahwa sistem produksi dan distribusi BBM nasional berjalan normal sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Dalam hal ini, dirinya menjelaskan bahwa kapasitas penyimpanan BBM di dalam negeri memang memiliki batas tertentu.
Saat ini, kapasitas tangki timbun BBM nasional berkisar sekitar 25 hari, sementara stok yang tersedia berada di kisaran 23 hari.
BACA JUGA:Bahlil Luruskan Isu Stok BBM 20 Hari: Itu Hanya Daya Tampung, Bukan Batas Aman
Namun ia menegaskan, angka tersebut sering disalahartikan oleh masyarakat.
Menurutnya, angka 23 hari bukan berarti cadangan BBM akan habis dalam waktu tersebut. Angka itu hanya menggambarkan kapasitas stok yang tersimpan di tangki pada satu waktu tertentu.
“Itu bukan berarti dalam 23 hari minyak kita habis. Itu hanya kapasitas tampungnya,” jelas Bahlil.
BACA JUGA:Bahlil Luruskan Isu Stok BBM 20 Hari: Itu Hanya Daya Tampung, Bukan Batas Aman
Artinya, stok BBM nasional terus bergerak dan diperbarui seiring dengan proses produksi di kilang serta distribusi yang berjalan setiap hari.
Untuk mempermudah pemahaman masyarakat, Bahlil memberikan analogi sederhana mengenai sistem pasokan BBM nasional.
Ia mengibaratkan stok BBM seperti toren air di rumah, yang akan terus terisi kembali ketika air digunakan.
- 1
- 2
- »





