Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, mengatakan hasil analisis data kecelakaan pada periode 2023 hingga 2025 menunjukkan Jawa Tengah menjadi wilayah dengan risiko kecelakaan cukup tinggi dan kondisi ini diperkirakan masih berlanjut pada mudik 2026.
"Berdasarkan dari hasil analisis, daerah paling tinggi kecelakaannya yang sudah terjadi tiga tahun terakhir (2023, 2024, dan 2025) serta prediksi di 2026 adalah Jawa Tengah. Seperti kita ketahui, tol Trans Jawa itu terdiri dari tol Cikampek, tol Jawa Barat, Cipularang, dan tol Jawa Tengah, serta Jawa Timur. Nah, Jawa Tengah ini sudah titik fatigue, titik lelah, atau titik capek," kata Sandhi dikutip dari Antara.
Menurut Sandhi, wilayah Jawa Tengah kerap menjadi titik kelelahan bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jauh melalui jalur Trans Jawa. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan karena pengemudi mulai mengalami penurunan konsentrasi. Baca Juga:
Memahami Perbedaan HEV dan PHEV, Serupa Tapi Tak Sama
Secara statistik, potensi korban jiwa dalam kecelakaan selama mudik juga tergolong tinggi. Berdasarkan data yang dianalisis, peluang korban meninggal dunia dalam setiap kejadian kecelakaan berkisar antara 15,72 hingga 23,77 persen.
"Ini statistik yang bicara. Kemudian, yang perlu digarisbawahi lagi, korban luka berat yang kira-kira satu dari delapan kecelakaan pasti akan menghasilkan luka berat," ucap Sandhi.
Ia juga menyoroti fenomena yang cukup unik pada kasus kecelakaan di Jawa Tengah. Berdasarkan analisis yang dilakukan, mayoritas korban kecelakaan di wilayah tersebut tercatat hanya mengalami luka ringan atau langsung meninggal dunia.
"Ini menarik untuk kita bahas karena bisa saja pada saat kecelakaan si korban ini luka berat, tetapi karena penanganannya tidak maksimal, misal penanganan dari tenaga kesehatan atau penanganan di rumah sakit, sehingga yang seharusnya dapat diselamatkan langsung meninggal dunia. Nah, ini menjadi catatan bagi kita semua supaya bisa menyiapkan strategi-strategi ideal," paparnya. Baca Juga:
Waduh, Banyak Orang Beralih dari Beli Mobil Ke Investasi Emas
Karena itu, Sandhi menilai pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada pengawasan jalur tol selama periode mudik. Berdasarkan hasil analisis kecelakaan lalu lintas, insiden paling fatal justru lebih sering terjadi di jalan arteri.
Ia menekankan pentingnya peningkatan pengawasan serta kesiapan layanan darurat di berbagai jalur mudik, termasuk jalan nasional dan jalan arteri yang banyak dilalui kendaraan pemudik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




