Banjir Luapan Sungai Widodaren Rendam Permukiman dan Jalur Pantura Pati – Rembang

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pati, tvOnenews.com - Banjir akibat luapan Sungai Widodaren kembali merendam permukiman warga di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026). 

Genangan air juga menghambat arus lalu lintas di jalur Pantura Pati – Rembang. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Jaken, Pati bagian selatan, sejak Rabu (11/3) malam. 

Sungai Widodaren tidak mampu menampung debit air kiriman sehingga meluap ke permukiman dan badan jalan.

Genangan air setinggi sekitar 30 sentimeter menutupi jalur nasional Pantura sepanjang kurang lebih 500 meter di Desa Ketitangwetan. 

Kondisi ini menyebabkan arus kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jawa Timur maupun sebaliknya mengalami perlambatan.

Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil terlihat harus mengurangi kecepatan saat melintasi genangan air di lokasi tersebut. Kepadatan lalu lintas pun tak terhindarkan karena kendaraan melaju secara bergantian.

Salah seorang warga Desa Ketitangwetan, Sugeng Widodo, mengatakan banjir terjadi karena Sungai Widodaren tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah Pati bagian selatan.

“Dalam satu bulan terakhir banjir sudah terjadi sekitar sepuluh kali. Air meluap dari sungai dan masuk ke permukiman warga serta ke jalan Pantura,” ujar Sugeng.

Selain menggenangi jalur Pantura, luapan air juga merendam sejumlah rumah warga yang berada di sekitar bantaran sungai.

"Di RT 1 ini banjir akibat meluapnya sungai Widodaren sering terjadi. Kalau di bagian selatan (kecamatan Jaken dan Pucakwangi) itu hujannya deras, disini pasti banjir. Ini air kiriman dari daerah selatan," jelasnya. 

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Mereka meminta adanya peninggian tanggul serta perbaikan tanggul-tanggul kritis agar luapan air sungai dapat diminimalisir.

"Penyebab utama banjir akibat saluran air, meski tanggul sudah ditinggikan tapi tetap tidak mampu menampung besarnya debit air. Selain itu juga akibat jembatan yang rendah sehingga menghambat aliran air," ungkap dia. 

"Harapan kami tanggul sungai ditinggikan, jangan  sampai jebol supaya airnya tidak meluber ke pemukiman dan jalan pantura," pungkasnya. (arm/buz) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rayakan Hari Jadi ke-12, Suara.com Perkokoh Posisi Pemimpin Media Digital Berbasis Komunitas
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Usung Kirei Lifestyle, Ini Strategi Kao Indonesia Perkuat Ekosistem Pengelolaan Sampah
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Polres Temanggung perketat pengawasan BBM bersubsidi jelang lebaran
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Waktu Buka Puasa Ramadhan 2026 di Kabupaten Bekasi Hari Ini 12 Maret
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Manajemen PSM Patenkan Duet Tim Pelatih Zulkifli Syukur dan Ahmad Amiruddin, Tomas Trucha Resmi Didepak?
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.