Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman mulai melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap jip wisata yang beroperasi di kawasan lereng Merapi menjelang libur Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan kendaraan yang dinyatakan layak beroperasi akan diberi penanda khusus. Sementara itu, jip yang membutuhkan perbaikan atau dinilai tidak memenuhi standar keselamatan akan diberi tanda berbeda.
“Kalau dia layak beroperasi kita beri stiker warnanya hijau. Kalau perlu perbaikan kita kasih stiker warnanya kuning, kalau tidak layak ya kita tempeli stiker warna merah,” kata Heri di Kompleks Pemkab Sleman usai konferensi pers terkait kesiapan menjelang Lebaran, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan, jip yang tidak lolos ramp check umumnya memiliki masalah pada komponen utama kendaraan seperti sistem pengereman, kelistrikan, dan kaki-kaki.
“Remnya enggak berfungsi baik, kemudian listriknya bermasalah, kaki-kakinya enggak layak, enggak standar. Karena ini posisinya adalah jalur di pegunungan, rem utama harus layak,” ujarnya.
Heri menyebut pemeriksaan jip wisata telah dilakukan sejak awal tahun untuk memastikan kesiapan kendaraan menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan saat libur panjang. Tercatat, sebanyak 119 jip wisata telah menjalani ramp check pada periode Januari hingga Maret.
“Untuk sopir, kalau ada check berkait dengan penggunaan alkohol dan sebagainya, mungkin nanti di BNN,” ujarnya.



