Bahlil Lapor Prabowo soal Selat Hormuz, Cari Alternatif Minyak dari Nigeria-Australia

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah menyiapkan ancang-ancang kecukupan minyak untuk Tanah Air seiring dengan kondisi di Selat Hormuz yang masih ditutup. Bahlil menyebut akan ada alternatif untuk pasokan minyak dari Nigeria hingga Australia. 

Hal itu diungkapkan Bahlil usai menggelar rapat dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (12/3/2026). Bahlil menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut dibahas juga kondisi di Selat Hormuz yang terdampak perang Iran dengan AS-Israel. 

Selat Hormuz menjadi jalur vital perdagangan minyak global. Seiring dengan penutupan Selat Hormuz akibat perang, harga minyak kemudian melonjak.

"Itu [kondisi Selat Hormuz] salah satu yang juga kita bicarakan, bahwa harus ada alternatif-alternatif. Apa yang akan dipakai ketika Selat Hormuz kondisinya masih seperti ini," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (12/3/2026).

Di antara langkah alternatif itu adalah konversi pasokan minyak yang tadinya berasal dari Timur Tengah ke sejumlah negara lain.

"Kita akan mengonversi dari BBM kita, crude oil ya, minyak mentah dari Middle East, ke Amerika dan beberapa negara lain, seperti Nigeria, kemudian Brazil, Australia, dan beberapa negara lain," tutur Bahlil.

Baca Juga

  • Chubb jadi Pemberi Reasuransi US$20 Miliar Kapal-Kapal AS di Selat Hormuz
  • Update Selat Hormuz, Amerika Serang Kapal Penebar Ranjau Iran di Jalur Minyak Dunia
  • Krisis Selat Hormuz, Purbaya Waspadai 3 Jalur Transmisi ke Ekonomi RI

Konflik di Timur Tengah memang telah membuat harga minyak global bergejolak. Di sisi lain, Indonesia masih mengimpor minyak mentah sebesar 1 juta barel per hari (bph).

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (12/3/2026), harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei melonjak 9,3% menjadi US$100,54 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak April naik 8,7% ke level US$94,85 per barel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Minggir, Pemasok Senjata Canggih AS Disebut Lebih Kuat
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pakai Rompi Tahanan KPK, Yaqut Klaim Gak Bersalah: Semata-mata untuk Jemaah!
• 1 jam laludisway.id
thumb
Satu Dekade Titan Run, Lomba Lari Unik dengan Sajian Durian
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Indonesia, Turki hingga Arab Saudi Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Misteri Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman Terkuak: Pencuri Panik, Linggis Bertindak
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.