VIVA – Kemenangan telak Real Madrid atas Manchester City ternyata bukan sekadar keberuntungan. Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, mengungkapkan timnya sudah memahami betul pola permainan yang diterapkan Pep Guardiola.
Pengetahuan itu menjadi kunci bagi Los Blancos untuk meredam permainan City sekaligus membongkar pertahanan wakil Inggris tersebut.
Arbeloa mengatakan para pemain Madrid sudah mempelajari bagaimana City membangun serangan serta filosofi permainan Guardiola. Karena itu, mereka fokus menutup jalur umpan dan mempersempit ruang antar lini.
“Kami benar-benar memahami bagaimana City bermain dan apa yang diinginkan Pep dari timnya. Kami mencoba menutup jalur umpan mereka dan mempersempit ruang di antara lini,” ujar Arbeloa seperti dikutip dari situs resmi UEFA.
Dalam laga tersebut, Madrid tidak terburu-buru menekan sejak awal. Mereka memilih bersabar dan menunggu momentum yang tepat untuk menyerang.
Pada awal pertandingan, City sempat tampil dominan dengan pressing tinggi. Namun strategi itu justru dimanfaatkan Madrid untuk mencari ruang di belakang lini pertahanan lawan.
Los Blancos akhirnya mampu menghukum City lewat performa gemilang Federico Valverde yang mencetak hattrick.
“Kami bersabar dan menunggu mereka menekan kami. Saat mereka memberi ruang di belakang pertahanan, kami tahu itu bisa merugikan mereka,” kata Arbeloa.
Menurut Arbeloa, Madrid memang sengaja mempersiapkan skenario menghadapi pressing tinggi City. Salah satunya dengan latihan umpan panjang dari situasi tendangan gawang.
Strategi tersebut efektif karena City kerap bermain satu lawan satu ketika melakukan high pressing.
“Kami banyak berlatih umpan panjang dari tendangan gawang. City suka melakukan high pressing dan bermain satu lawan satu, sehingga ada ruang yang bisa kami manfaatkan di belakang mereka,” jelasnya.
Meski menang telak 3-0 di leg pertama, Madrid tetap menolak jemawa. Arbeloa menegaskan timnya akan tetap fokus saat bertandang ke markas City pada leg kedua.





