CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengungkapkan tiga syarat utama jika Amerika Serikat ingin mengajak Teheran kembali ke meja perundingan guna menghentikan konflik yang telah berlangsung hampir dua pekan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian saat melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Rabu (11/3).
Rusia diketahui menjadi salah satu sekutu strategis Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Melansir CNN, dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian memberi sinyal bahwa Iran tidak menutup kemungkinan untuk kembali melakukan dialog diplomatik. Namun, menurutnya, langkah tersebut hanya bisa terjadi apabila sejumlah persyaratan dipenuhi oleh pihak Amerika Serikat
Ini merupakan percakapan kedua antara Pezeshkian dan Putin dalam sepekan terakhir yang membahas situasi keamanan di kawasan serta peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan bahwa terdapat tiga syarat penting yang harus dipenuhi sebelum Iran mempertimbangkan kembali negosiasi.
Syarat pertama adalah penghormatan terhadap kedaulatan Iran. Teheran menilai prinsip tersebut harus menjadi dasar utama dalam setiap proses diplomasi.
Syarat kedua adalah kompensasi atas kerusakan yang terjadi di Iran akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu eskalasi konflik yang kemudian meluas di kawasan Timur Tengah.
Syarat ketiga, Iran menuntut jaminan bahwa agresi atau serangan militer serupa tidak akan kembali terjadi di masa mendatang.
Menurut laporan Al Jazeera, Iran saat ini masih menunggu respons dari pihak lain terkait tuntutan tersebut.
Meski membuka peluang dialog, Teheran menegaskan bahwa tingkat kepercayaan terhadap pihak yang dimaksud, merujuk pada Amerika Serikat masih sangat rendah.
Situasi di Timur Tengah sendiri hingga kini masih berada dalam kondisi tegang setelah serangkaian serangan militer yang terjadi sejak akhir Februari lalu.




