Momen unik dialami oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ngawi pada Rabu (11/3). Bukannya mendapat laporan kebakaran, petugas malah diminta menangani seorang anak yang tak mau sekolah.
Petugas Damkar Kabupaten Ngawi, Lilik Kukuh Junianto, mengatakan peristiwa itu terjadi di Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Pihaknya menerima laporan dari seorang ibu untuk menangani anaknya bernama Rehan Zaki Alrahmad (13 tahun), siswa kelas VII SMP.
“Kami menerima laporan dari ibunya, Darwati, yang mengaku sudah tidak mampu menghadapi anaknya,” ujar Kukuh saat dikonfirmasi, Kamis (12/3).
Kukuh menyampaikan, dari pengakuan Darwati, putranya menolak pergi ke sekolah dan malah membuat petasan di rumah. Darwati tak sanggup menghadapi kelakuan anaknya dan memanggil Damkar untuk menangani.
“Lapor meminta bantuan kepada kami untuk menasihati anaknya agar mau kembali sekolah. Ibunya bilang bahwa kalau malam anaknya begadang sampai pagi, bahkan di warung itu melakukan aktivitas negatif,” ucapnya.
Temukan Gulungan PetasanSaat menasihati Rehan, petugas menemukan sejumlah gulungan petasan yang dibuat dan disembunyikan di kamarnya.
“Disembunyikan di kamar, gulungan-gulungan itu ditemukan oleh orang tuanya. Jadi orang tuanya minta tolong ke kita untuk menasihati bahayanya bermain ataupun membuat petasan,” katanya.
“Kami kasih tahu bahayanya bermain ataupun membuat petasan seperti itu. Kami juga bertanya kenapa berani sama orang tua dan tidak mau sekolah. Dengan bahasa yang halus, kami mencoba menggali keterangannya,” tambahnya.
Meski pihaknya telah menasihati Rehan, kata Kukuh, pihaknya tetap meminta orang tuanya untuk terus memantau anaknya.
“Ternyata alasannya karena terpengaruh oleh teman-temannya. Persoalannya dari rumah itu sendiri. Akhirnya kami kasih pengertian, termasuk kedua orang tuanya,” ujar dia.
“Kalau misal tidak ada perkembangan, kami akan ke sana lagi. Kami minta orang tua harus memperhatikan dan lebih peduli. Apalagi anaknya bilang kalau di rumah sering dibentak, dibanding-bandingkan sama kakaknya,” imbuhnya.





