Wow! Laba Bersih BTN Melonjak 281,9 Persen di Februari 2026

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan tren positif di awal tahun 2026. Hingga Februari 2026, perseroan tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp503 miliar (bank only) atau melonjak 281,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp132 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan di situs resmi perseroan, peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp4,59 triliun hingga Februari 2026 atau tumbuh 11,7% yoy. Pada saat yang sama, BTN juga berhasil menekan beban bunga menjadi Rp2,19 triliun atau turun 14,4% yoy.

Strategi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BTN meningkat signifikan menjadi Rp2,39 triliun, naik 54,7% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,55 triliun.

Dari sisi operasional, BTN juga mencatatkan laba operasional sebesar Rp636 miliar, meningkat 219,3% yoy dibandingkan Februari 2025 sebesar Rp199 miliar. Peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam mengelola biaya serta memperkuat fundamental bisnis.

Baca Juga: Askrindo dan Bank BTN Teken Kerja Sama Senilai Rp1,5 Triliun untuk Perluas Commercial Line

Pertumbuhan kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan fungsi intermediasi perseroan. Hingga Februari 2026, penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp341,16 triliun atau tumbuh 8,6% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp314,09 triliun. Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan bunga perseroan pada awal tahun ini.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BTN juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan posisi Rp375,28 triliun atau meningkat 13,2% yoy dibandingkan Februari 2025 sebesar Rp331,63 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat, total aset BTN tercatat meningkat 12,2% yoy menjadi Rp459,29 triliun per Februari 2026, dibandingkan posisi Februari 2025 sebesar Rp409,36 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan fundamental bisnis perseroan yang semakin kuat di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi.

Baca Juga: Bidik Pertumbuhan Wealth Management 15% di 2026, Begini Strategi BTN

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu sebelumnya optimistis kinerja perseroan akan terus meningkat sepanjang tahun ini seiring dengan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan. Optimisme tersebut didukung penguatan strategi beyond KPR, pengembangan superapps, serta inovasi di berbagai lini bisnis.

“Kami optimistis kinerja tahun ini akan terus bertumbuh seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan layanan kepada masyarakat,” ujar Nixon yang dikutip di Jakarta, Kamis (12/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Fakta Menarik Setelah PSIM Ditahan Persijap di BRI Super League: Ze Valente Makin Tajam, Laskar Mataram Tetap Stabil
• 14 jam lalubola.com
thumb
Jejak kebaikan Vidi Aldiano seakan tak habis, sempat kasih Rp7 juta ke sopir taksi buat mudik
• 14 menit lalubrilio.net
thumb
Satgas PKH Hitung Denda Pelanggaran Usai Segel Tambang Nikel Mineral Trobos
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Nasib Kontrak di Ujung Tanduk, Dusan Vlahovic Harus Buktikan Diri Bersama Juventus
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Turut Rayakan Satu Tahun Danantara, TelkomGroup Salurkan 2.500 Paket Sekolah di Kalimantan Utara
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.