Penulis: Bilal Hardiansyah
TVRINews, Kabupaten Serang
Konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berdampak langsung pada keberangkatan dan pemulangan jemaah umrah asal Kabupaten Serang, Banten. Akibat terganggunya jadwal penerbangan, sekitar dua ribu jemaah umrah asal Kabupaten Serang hingga kini masih tertahan di luar negeri dan belum dapat kembali ke Tanah Air.
Penerbangan para jemaah terpaksa dijadwal ulang oleh pihak maskapai demi menjaga keselamatan penumpang di tengah situasi keamanan yang tidak menentu di kawasan Timur Tengah.
“Kalau se-Banten sekitar 250 ribu. Kalau dari Kabupaten Serang mungkin ada sekitar dua ribuan. Ada yang masih di Dubai, ada juga yang masih di Jeddah, tetapi pesawat belum bisa kembali,” ujar Wakil Bupati Serang, Najib Hamas.
Berdasarkan laporan yang diterima Najib Hamas, terdapat sekitar 250 ribu jemaah umrah asal Banten yang sedang melaksanakan ibadah. Dari jumlah tersebut, setidaknya dua ribu jemaah asal Kabupaten Serang belum dapat dipulangkan imbas memanasnya konflik.
Sebagian jemaah dialihkan ke sejumlah negara seperti Turki, Dubai, dan Malaysia untuk menghindari potensi risiko dari eskalasi perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Untuk saat ini, Pemerintah Kabupaten Serang terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji guna memastikan keselamatan warganya dan mendapatkan kepastian jadwal pemulangan. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa penjemputan khusus tidak dapat dilakukan karena kewenangan berada di pemerintah pusat dan pihak maskapai.
Editor: Redaktur TVRINews





