Vaksinasi campak gratis lindungi anak saat libur Lebaran 

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Rumah Vaksinasi Pusat dr. Elsa Hufaidah mengatakan fasilitas vaksin campak gratis menjelang libur Lebaran dan musim mudik mendapatkan respons baik dari warga setempat sebagai upaya untuk menghindari penyakit menular campak pada anak balita.

“Kan kita mau sebentar lagi hari raya, pasti orang pada mudik ya, dan akan bertemu banyak orang. Untuk penyakit-penyakit menular, ya seperti campak ini juga menjadi perhatian khusus ya, karena memang campak ini sangat menular,” kata Elsa saat ditemui media di klinik Rumah Vaksin, Jakarta, Kamis.

Elsa mengatakan mendekati hari raya dipastikan mobilitas akan tinggi dan anak balita akan bertemu banyak orang. Untuk mencegah penularan penyakit campak, Elsa mengimbau para orang tua untuk melengkapi vaksinasi campak dan vaksin lainnya yang dapat dikejar sebelum berangkat mudik.

Baca juga: Vaksinasi campak difokuskan pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun

Ia menjelaskan penyakit campak penularannya melalui udara dari percikan orang yang sakit. Satu pasien campak bisa menulari belasan orang lainnya, terutama balita usia 9 bulan sampai 59 bulan. Dengan vaksinasi anak yang lengkap, setidaknya tidak akan terkena campak yang berat sampai komplikasi pneumonia hingga diare.

“Campak ini bisa mengalami komplikasi yang serius, campak berat itu bisa komplikasinya pada radang paru atau pneumonia, kemudian radang otak, kemudian diare yang terus-menerus. Kalau campak sekadar demam ruam-ruam mungkin tidak terlalu berat, tetapi ketika ada komplikasi, kita akan sayang lihat anak yang sakit seperti itu,” katanya.

Baca juga: Cegah penularan masif, Menkes kebut imunisasi campak sebelum Lebaran

Anak yang tidak vaksin campak, saat tertular akan mengalami demam 2-4 hari, keluar ruam, batuk pilek sampai mata merah selama 4 hari, ruam menyebar dari wajah hingga seluruh tubuh dan baru hilang setelah 4 hari. Penularan bisa terjadi 2-10 hari sejak pertama anak berinteraksi dengan lingkungan.

Ia juga meyakinkan para orang tua untuk tidak ragu memvaksin anaknya hanya karena kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang sebenarnya lebih ringan daripada jika terkena penyakitnya.​​​​​​​

Baca juga: DKI imbau anak yang dibawa mudik Lebaran sudah diimunisasi lengkap

KIPI setelah vaksinasi biasanya demam namun jarang terjadi dan muncul pada hari ke 5 setelah vaksin. Demam setelah vaksin dapat diantisipasi dengan obat penurun panas.

Ia mengingatkan semua anak berisiko campak, jika ditambah dengan gizi buruk, imunitas kurang dan tidak segera melengkapi vaksin maka penularan penyakit campak akan meningkatkan risiko semakin berat.

Baca juga: Pemkot Tangerang imbau orang tua segera vaksin anak cegah campak

Baca juga: Kemenkes siap buka layanan vaksin campak di posko mudik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MPR: Kesiapan Transportasi Pemudik Harus Dipastikan Aman dan Nyaman
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jejak Sejarah 12 Maret: Pertempuran Jawa Berakhir hingga Awal Kekuasaan Soeharto
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Kasus Pembunuhan Wanita di Depok, Suami Siri Terancam 15 Tahun Penjara
• 23 jam laludisway.id
thumb
Tito Minta Pemda Terlibat Pelindungan Anak dari Dampak Negatif Sistem Elektronik
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Transjabodetabek Blok M - Soekarno-Hatta Resmi Beroperasi, Tarif Rp3.500 untuk Tiga Bulan Pertama
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.