Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak untuk Industri Nasional

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman mendorong pemerintah agar mengambil langkah antisipasi terhadap eskalasi konflik geopolitik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Sebab, konflik yang memanas di Timur Tengah tersebut berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global, khususnya pada sektor energi, logistik, serta rantai pasok bahan baku industri dalam negeri.

"Selat Hormuz, merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur tersebut sehingga setiap gangguan di kawasan itu dapat memicu lonjakan harga energi internasional," kata Gandung dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026)

Baca juga: Kemenhaj Pastikan Harga Tiket Pesawat Haji Tak Naik Imbas Konflik Timur Tengah

Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah tersebut dapat memicu volatilitas harga energi global, gangguan pada jalur perdagangan internasional, serta peningkatan biaya logistik dan bahan baku industri.

Kondisi ini, kata Gandung, dapat memengaruhi daya saing industri manufaktur di berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Kita harus pikirkan langkah strategis bersama dengan pemerintah dalam menyikapi hal ini," imbuh dia.

Dia mengatakan, kinerja ekspor industri manufaktur Indonesia selama ini juga sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi global dan permintaan pasar internasional.

Oleh karenanya, jika ada kenaikan harga energi global, hal ini akan berdampak langsung pada industri manufaktur yang sebagian besarnya menggunakan energi sebagai komponen biaya produksi utama.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Ciptakan Krisis, Qodari: Kita Aman, Prabowo Sangat Visioner

"Industri seperti petrokimia, logam dasar, semen, pupuk, serta berbagai subsektor industri pengolahan lainnya sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi," tuturnya.

Sebagai informasi, perang di Timur Tengah memanas usai Iran menjadi sasaran serangan Israel dan AS pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Iran pun menutup akses jalur di Selat Hormuz yang merupakan jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Adapun serangan terjadi imbas pembicaraan terkait nuklir yang digelar di Jenewa, Swiss antara AS dan Iran mengalami kebuntuan.

Israel menjadi pihak yang pertama kali mengonfirmasi bahwa negaranya resmi menyerang Iran.

Baca juga: Prabowo Bertemu Luhut Bahas Dampak Konflik Timur Tengah

Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa Negeri Paman Sam bergabung dengan Israel serang Iran.

Perang Israel dan Amerika dengan Iran ditandai dengan misil-misil yang menghujani langit Teheran.

Beberapa roket mengenai sejumlah titik vital, salah satunya kediaman di lingkungan Narmak, Teheran, tempat mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad tinggal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Iran pun langsung membalas serangan Israel dan AS dengan menembakkan sejumlah misil ke lokasi yang terkait dengan operasi militer AS.

Beberapa pangkalan udara AS yang diserang adalah Al Udeid di Qatar, Pangkalan udara Al-Salem di Kuwait, Pangkalan udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, dan Markas Armada Kelima AS di Bahrain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Longsor dan Makan Korban Jiwa, Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Kembali Normal dalam Seminggu
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Maissy Pramaisshela Eks Penyanyi Cilik Disorot, Imbas Isu sang Suami Diduga Selingkuh dengan Dokter Koas Cindy Rizap Viral
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Bisa Menimbulkan Kantuk, Jenis Makanan Ini Baiknya Tidak Disantap saat Sarapan
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kaltim Resmi Kembalikan Range Rover Mobil Dinas Gubernur, Dana Masuk Kas Daerah
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
BPJPH Dorong Kolaborasi Internasional untuk Maksimalkan Potensi Industri Produk Halal Indonesia
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.