7 Tanda Kecanduan Judi Online dan Dampaknya pada Otak Menurut Ahli Psikiatri

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

JUDI online kini bukan lagi sekadar isu sosial, melainkan ancaman kesehatan mental yang nyata. Banyak orang terjebak dalam lingkaran setan ini tanpa menyadari bahwa otak mereka telah mengalami perubahan fungsi secara biologis.

Berdasarkan klasifikasi medis internasional, kecanduan judi telah dikategorikan sebagai gangguan perilaku yang memerlukan penanganan serius.

Mengenal Tanda Kecanduan Judi Online Menurut Medis

Dokter spesialis psikiatri subspesialis psikiatri adiksi dari RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Kristiana Siste, menjelaskan bahwa tanda utama kecanduan adalah kehilangan kontrol. Merujuk pada International Statistical Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11) oleh WHO, berikut adalah ciri-cirinya:

Baca juga : 9 Ruas Tol Diskon 30 Persen saat Lebaran 2026, Berikut Daftarnya!

  • Kehilangan Kontrol: Tidak mampu berhenti meski sudah menghabiskan waktu berjam-jam (bisa mencapai 18 jam sehari).
  • Prioritas Utama: Menomorduakan pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan dasar demi berjudi. Bahkan sering kali menepi di tengah perjalanan hanya untuk mengecek situs judi.
  • Eskalasi Perilaku: Terus meningkatkan nilai taruhan meskipun sudah mengalami kerugian nyata secara finansial maupun sosial.
Mekanisme Dopamin: Mengapa Otak Terjerat Judi Online?

Salah satu penyebab utama sulitnya melepaskan diri dari judi online adalah manipulasi sistem reward di otak. Permainan seperti judi slot dirancang dengan visual warna-warni dan suara kemenangan yang memicu lonjakan zat kimia bernama dopamin.

Lonjakan dopamin saat menang judi jauh lebih tinggi dan intens dibandingkan aktivitas sehat seperti berolahraga atau makan enak. Hal ini menciptakan memori kuat di otak bahwa judi adalah sumber kebahagiaan utama, yang memicu perilaku adiktif mirip dengan penyalahgunaan narkoba.

Ilusi Kendali dan Bias Kognitif

Pecandu sering kali terjebak dalam "Ilusi Kendali", di mana mereka merasa memiliki keahlian (skill) untuk memenangkan permainan, padahal hasilnya murni berdasarkan peluang atau algoritma mesin.

Baca juga : Pemerintah Diminta tak Cari Alasan Berantas Judol

Istilah seperti "jam gacor" sering menjadi jebakan psikologis yang membuat pemain terus bertahan di depan layar dalam waktu lama.

Dampak Sosial dan Kriminalitas

Jika tidak segera ditangani, kecanduan judi online dapat mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal.

"Tidak mengenal uangnya sudah habis, dia akan mati-matian mencari uang buat bermain judi, termasuk mencuri atau mengambil barang orang lain," tegas dr. Kristiana.

Gejala Psikologis Gejala Perilaku Gelisah saat tidak bermain Menarik diri dari pergaulan sosial Merasa judi adalah solusi finansial Mengabaikan waktu tidur (begadang) Munculnya rasa bersalah yang dalam Meminjam uang secara impulsif Kesimpulan

Kecanduan judi online adalah gangguan medis yang nyata dan berisiko tinggi merusak tatanan hidup seseorang.

Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda di atas, segera konsultasikan dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiatri adiksi untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum dampak yang ditimbulkan semakin parah. (Ant/Z-10)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenpar perkuat pasar wisatawan Asia dan Oseania
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Warga Jakarta Belakangan Keluhkan Krisis Ojol, Ternyata Ini Sebabnya
• 7 jam lalucumicumi.com
thumb
15 Pakar Hukum Tegaskan Perkara Pertamina Murni Hubungan Bisnis, Bukan Tindak Pidana Korupsi
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wali Kota Palembang Lepas Keberangkatan 238 Pemudik Gratis
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
BKSDA Maluku dan BBKSDA Papua Barat melepasliarkan 23 satwa liar
• 50 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.