Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Bahlil Sebut Pemerintah Belum Hitung Tambahan Subsidi

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Lonjakan harga minyak dunia kembali menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi menambah beban subsidi energi dalam APBN 2026.

Pemerintah kini mencermati perkembangan harga minyak global yang dalam beberapa hari terakhir melonjak tajam di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah membuka kemungkinan mengajukan tambahan anggaran subsidi energi apabila tren kenaikan harga minyak terus berlanjut.

“Sampai dengan sekarang, kita belum menghitung secara pasti tentang anggaran subsidi, kenaikan subsidi,” tutur Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, secara rata-rata harga minyak dunia sejak awal tahun masih berada di bawah level US$70 per barel. Hal itu terjadi karena sebelumnya harga minyak sempat bergerak lebih rendah sebelum mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir.

Bahlil menjelaskan fluktuasi harga minyak sempat terjadi dalam rentang yang cukup lebar di pasar global. Dalam periode tertentu, harga minyak bahkan bergerak di kisaran US$80 hingga US$90 per barel, dan sempat menembus level sekitar US$112 per barel.

Meski demikian, setelah lonjakan tajam tersebut, harga minyak kembali turun dan saat ini berada di bawah level US$100 per barel.

Pada perdagangan Kamis (12/3/2026), harga minyak mentah global mencatat kenaikan signifikan. Minyak jenis Brent crude oil melonjak US$8,54 atau 9,28 persen menjadi US$100,52 per barel pada pukul 03.54 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik US$7,22 atau 8,28 persen menjadi US$94,47 per barel.

Kondisi tersebut membuat pemerintah terus memantau perkembangan pasar energi global sebelum mengambil langkah kebijakan lebih lanjut terkait subsidi energi.

“Nanti kita lihat lah, kita exercise perkembangannya,” ungkap Bahlil.

Pemerintah menilai volatilitas harga minyak global masih sangat dipengaruhi dinamika geopolitik internasional, sehingga berbagai skenario kebijakan perlu disiapkan untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan pasokan energi dalam negeri tetap terjaga. (agr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oracle Berencana PHK hingga 45.000 Karyawan
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Mobil di Bogor Terbakar gegara Mesin Overheat, Kini Sudah Padam
• 12 jam laludetik.com
thumb
Direktur UT Makassar Ajak Sivitas Kampus Renungi Lafaz Iqra dan Makna Nuzulul Quran
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Menteri Pigai: Pers jadi pilar pembangunan peradaban HAM
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Satu Tahun Danantara, Pegadaian Bagi 2.000 Paket Perlengkapan Sekolah di Sulsel
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.