Presiden Prabowo Subianto bakal menyiapkan anggaran sekitar Rp839 miliar untuk membangun pagar dan tanggul di sekitar Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Tujuannya, mengurangi konflik antara gajah liar dan masyarakat yang telah lama terjadi di wilayah sekitar taman nasional.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pembangunan pagar merupakan arahan langsung Presiden Prabowo guna melindungi satwa sekaligus meningkatkan keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan konservasi.
“Terakhir, beberapa bulan lalu seorang kepala desa terinjak gajah saat hewan itu melintasi desa dan lahan pertanian. Kejadian seperti ini menunjukkan potensi konflik antara manusia dan gajah masih tinggi,” kata Raja Juli, seusai rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis (12/3).
Besaran anggaran yang disiapkan tak sampai separuh dari estimasi awal. Sebelumnya, Prabowo sempat menyampaikan bahwa anggaran proyek tersebut dapat mencapai maksimal Rp2 triliun.
“Di London saat itu Pak Presiden menyampaikan bahwa maksimum Rp2 triliun akan diperuntukkan bagi pembangunan pagar dan tanggul di Way Kambas, sekaligus restorasi ekosistem. Setelah kami pelajari dan lakukan efisiensi, kebutuhan anggarannya sekitar Rp839 miliar,” ujar Raja Juli.
Saat ini, pemerintah dalam tahap mencari desain pagar yang cocok dengan mempelajari penerapannya di kawasan konservasi di beberapa negara seperti India dan beberapa negara di Afrika.
Selain berfungsi sebagai pembatas kawasan, pemerintah juga berencana memanfaatkan area di sekitar pagar untuk kegiatan ekonomi masyarakat, antara lain budidaya lebah madu. “Jadi alam terjaga, satwa terjaga, namun juga baik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata dia.




