Pramono Usul Buat PLTSa di Bantargebang-Jakut, Target Pembangunan 15-20 Bulan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pihaknya akan mengusulkan pembangunan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk menangani persoalan sampah di Jakarta.

Proyek tersebut direncanakan berada di kawasan Bantargebang (Bekasi), Tunjungan, dan Sunter (Jakarta Utara).

“Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, DKI Jakarta akan secara resmi mengusulkan tiga PLTSa. Yang pertama di Bantargebang, yang kedua di Tunjungan, Jakarta Utara, yang ketiga adalah di Sunter,” kata Pramono di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Ia menjelaskan masing-masing fasilitas dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah yang berbeda. Untuk PLTSa di Bantargebang, kapasitasnya diproyeksikan mencapai sekitar 3.000 ton sampah per hari.

“Dan kalau itu bisa dilakukan maka masing-masing di Bantargebang kurang lebih 3.000 ton per hari. 2.000 sampah baru, 1.000 adalah sampah lama yang diambil dari Bantargebang,” ujar Pramono.

Sementara itu, PLTSa di Tunjungan, Jakarta Utara, ditargetkan mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah baru setiap hari.

“Kemudian untuk Tunjungan itu 2.000 ton per hari, semuanya adalah sampah baru,” ujarnya.

Fasilitas di kawasan Sunter diperkirakan dapat menampung sekitar 2.500 ton sampah baru per hari.

“Sedangkan untuk di Sunter, ITF (Intermediate Treatment Facility) Sunter, kurang lebih 2.500, semuanya adalah sampah baru,” ujar Pramono.

Dengan tambahan fasilitas tersebut, Pramono memperkirakan sebagian besar sampah di Jakarta dapat tertangani jika proyek PLTSa mulai beroperasi.

“Maka dengan demikian untuk sampah di Jakarta kalau PLTSa ini jalan atau Rorotan jalan, sudah kurang lebih 6.500 (ton) sampai 7.000 per hari sampah itu akan tertampung,” jelas Pramono.

“Kemudian Bantargebang dikurangi setiap harinya 1.000 (ton), saya yakin ini akan juga mengurangi volume yang ada di Bantargebang. Yang itu yang akan kami lakukan,” lanjutnya.

Terkait target operasional PLTSa, Pramono menargetkan penandatanganan tahap kedua proyek tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Lalu, akan dilanjutkan pembangunan dalam waktu 15-20 bulan.

“Jadi mudah-mudahan pada bulan Mei atau Juni ini sudah bisa tanda tangan batch dua. Kemudian pembangunan kurang lebih 15 sampai dengan 20 bulan,” ungkapnya.

Kawasan TPST Bantargebang sempat menjadi sorotan setelah terjadi longsor sampah di Zona 4 pada Minggu (8/3). Dalam peristiwa itu, sejumlah pekerja tertimbun material sampah.

Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan, total korban jiwa dalam peristiwa tersebut mencapai tujuh orang, sementara enam orang lainnya berhasil selamat.

“Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” ujar Desiana dalam keterangannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang AS-Iran Timbulkan Korban Baru, Negara Muslim Ini Darurat
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Duel Legiun Asing Persis Solo Vs Bali United di BRI Super League: Motivasi Berlipat Pemain Baru
• 12 jam lalubola.com
thumb
Kemenhan Diminta Fokus Urus Pertahanan di Tengah Meningkatkan Geopolitik Dunia
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Nekat Menyeberang Saat Sirine Berbunyi, Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Ilmuwan Temukan Solusi Cepat Serangan Jantung, Cuma Satu Suntikan
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.