Viral Korban Jadi Tersangka, Begini Cerita di Balik Restorative Justice Nabilah O'Brien

okezone.com
3 bulan lalu
Cover Berita

JAKARTA - Nama Selebgram Nabilah O'Brien sempat menjadi perbincangan publik beberapa waktu belakangan ini. Pemilik Rumah Makan Bibi Kelinci Kopitiam di Kemang, Jakarta Selatan tersebut menjadi perbincangan karena curhatan di media sosial (medsos) atas kasus pencurian di restonya berujung jadi tersangka.

Bareskrim Polri menetapkan Nabilah sebagai tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah di media sosial (medsos). Nabilah ditetapkan sebagai tersangka setelah curhat kasus dugaan pencurian di restoran miliknya ke medsos.

Nabilah sempat curhat dan mengunggah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang menampilkan bukti dugaan kekerasan hingga pencurian tamu restoran berinisial Z dan E. Namun, kasus Nabilah tersebut berujung damai melalui restorative justice.

Baca Juga :
Kronologi Nabilah O’Brien Dijadikan Tersangka setelah Laporkan Kasus Pencurian

Kuasa Hukum Nabilah O’Brien, Goldie Natasya Swarovski bercerita, awal mula kliennya melaporkan dugaan pencurian yang dilakukan Z dan E ke Polsek Mampang. Laporan itu telah disertai bukti-bukti.

"Laporan awal yang dilayangkan ke Polsek Mampang terkait dugaan pencurian dengan pemberatan (Pasal 363 KUHP) sudah sangat tepat," kata Goldie, Kamis (12/3/2026).

Nabilah melaporkan Z dan E atas kerugian materiil sebesar Rp530.150 ditambah tindakan intimidasi terhadap staf restonya. Di mana, unsur pidana laporan tersebut sudah terpenuhi dan terbukti dengan ditetapkannya Z dan E sebagai tersangka.

Ternyata, Z dan E juga juga melaporkan Nabilah ke Bareskrim Mabes Polri. Goldie melihat ada kejanggalan dalam penyidikan terkait laporan balik di Bareskrim Polri tersebut. Apalagi, setelah Nabilah juga ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :
Profil Nabilah O Brien, Selebgram Korban Pencurian yang Jadi Tersangka Usai Unggah CCTV Restoran

"Meskipun melaporkan adalah hak setiap warga negara dan kami sudah bersikap kooperatif, kami merasa penyidikan ini cenderung 'mencari-cari' kesalahan klien kami. Penyidik tampak melihat perkara secara separatis atau terpisah, tanpa melihat akar masalah (kausalitas) mengapa unggahan itu ada," ujar Goldie.

Goldie menilai penyidik tidak melihat sebab-akibat bahwa kata tersebut muncul sebagai reaksi korban atas tindakan tidak menyenangkan terduga pelaku di lokasi kejadian.

 

Baca Juga :
Curhat Pilu Nabilah O’Brien Dijadikan Tersangka Usai Membongkar Kasus Pencurian di Medsos


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Bima Arya Minta Daerah Kolaborasi Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Telkom Gelar Executive Session, Perkuat Prinsip Kepatuhan Regulasi dan GCG
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
BUMI Lepas 3,03 Persen Saham Citra Palu Mineral ke BRMS Senilai Rp152 Miliar
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
10 Contoh Pantun Lucu Bikin Ngakak, Lengkap dengan Cara Membuat dan Sejarahnya
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Modal Rp30 Ribu Triliun dan 35 Juta Investor di 2030
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.