Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mengungkap tren pemberian nama anak di Indonesia terus berubah dari generasi ke generasi. Pada Generasi Alpha, nama seperti Inara hingga Al Fatih mulai banyak digunakan.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengatakan nama-nama yang dulu populer kini mulai jarang dipakai oleh generasi yang lebih muda.
“Mulai generasi Milenial, Gen Z, Gen Alpha, sudah hampir tidak ada nama-nama seperti Nurhayati, Slamet, Joko,” kata Teguh dalam acara Rilis Data Kependudukan Bersih Semester 2 Tahun 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan, pada generasi yang lebih tua masih banyak ditemukan nama-nama yang kini dianggap klasik.
“Kalau kita lihat di generasi Baby Boomer, ini masih nama-nama orang tua kita zaman jadul: Aminah, Nurhayati, Sumiati. Terus Generasi X masih Sutrisno, Mulyati,” ujarnya.
Sementara pada generasi yang lebih muda mulai muncul variasi nama yang berbeda.
“Di Generasi Z, Sri Wahyuni masih ada, tapi mulai muncul nama Siti Aisyah, Fitriani,” kata Teguh.
Adapun pada Generasi Alpha, tren nama semakin beragam dan cenderung modern.
“Untuk Generasi Alpha, mulai tren nama seperti Al Fatih, Rafasya, Yusuf, Siti Aisyah, Aisyah Ayudia Inara, Alika Naila Putri,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Teguh juga menyinggung adanya nama yang sangat panjang dalam data kependudukan, bahkan mencapai puluhan karakter.
“Ada nama yang terpanjang, sampai 79 karakter,” kata dia.
Selain itu, ada pula nama yang sangat pendek, bahkan hanya satu huruf.
“Nama terpendek itu ada yang cuma satu huruf: M, D, C, N, J, Q,” tutur Teguh.
Ia menambahkan, nama-nama yang sangat panjang atau terlalu pendek tersebut umumnya tercatat sebelum adanya aturan baru terkait pencatatan nama dalam dokumen kependudukan.
“Mulai tahun 2022, ada pengaturan terkait pencatatan nama dalam dokumen kependudukan untuk melindungi si anak,” jelasnya.





